Rachmawati Soekarno: Megawati Bangkitkan Komunis, Dia Sumber Kekacauan Negara Ini
Komentar

Rachmawati Soekarno: Megawati Bangkitkan Komunis, Dia Sumber Kekacauan Negara Ini

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi Gerindra, Rachmawati Soekarno baru saja dikabarkan meninggal dunia. Sebelum wafat, ia sempat membeberkan dosa-dosa kakaknya yakni Megawati Soekarnoputri.

Sejumlah dosa Megawati diungkapkan Rachmawati Soekarno dalam video yang tayang di kanal Youtube Suaradotcom, seperti dilihat pada Sabtu 3 Juli 2021.

Dalam tayangan video berjudul ‘Sebut Sumber Kekacauan, Rachmawati Catat 12 Dosa Besar Megawati’ tersebut, Rachmawati Soekarno tak segan membeberkan dosa-dosa mantan Presiden RI itu.

“Dalam catatan saya dia punya 12 dosa yang saya rangkum. Salah satunya ketika dia menandatangani amandemen konstitusi kita, lalu penjualan BUMN, dan masih banyak lagi,” ujar Rachmawati.

Menurutnya, aalah satu dosa besar Megawati tersebut yakni dia telah membangkitkan kembali komunis di Indonesia.

DPRD Kota Makassar 2023
Baca Juga

Megawati, kata Rachma, telah memberi angin segar bagi komunis untuk tumbuh subur di Indonesia. Hal itu, lantaran kakak kandungnya tersebut kerap mengangkat soal kemiskinan, ketidakadilan, yang hanya membuat perlawanan dari kelas bawah ke kelas atas.

“Itu membuka peluang komunis kalau caranya begini. Bukan urusan khilafah lagi di sini. Khilafah sudah selesai, yang namanya pimpinan orang-orang yang adopsi dan rangkul khilafah sudah ada di barisan Jokowi kok,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Rachmawati menilai Megawati memang sejak awal merupakan sumber segala kekacauan di Indonesia.

“Makanya saya sudah bilang, mbok dia sadar kalau Mega itu memang sumber kecauauan. Dia buka peluang komunisme untuk tumbuh subur di negara ini,” tegasnya.

Selain itu, Rachmawati Soekarno dalam sebuah wawancara pada 2016 silam juga sempat mengungkapkan bahwa Megawati tidak pernah mewarisi ideologi ayah mereka Soekarno.

Menurutnya, Mega memang merupakan anak biologis dari Soekarno namun ia tak pernah membawa ideologis dari proklamator RI tersebut.

“Ada anak biologis dan anak ideologis. Mega memang anak biologis tapi bukan anak ideologis. (Kalau Megawati) anak ideologis dia akan bawa pikiran-pikiran bapaknya. Tidak mungkin seperti sekarang ini,” tuturnya.

Bahkan, kata Rachmawati Soekarno, Megawati juga tidak peduli dengan ajaran Soekarno dan hanya menjual gambar ayah mereka tersebut untuk kepentingan politik.

“Ini hanya simbol-simbol, pakai gambar Soekarno dijual. Semua yang diimplementasikan bertentangan dengan pemikiran Soekarno kok,” ujarnya.