Berseteru dengan Megawati, Rachmawati Soekarnoputri: Dia Bukan Anak Ideologis Soekarno

Berseteru dengan Megawati, Rachmawati Soekarnoputri: Dia Bukan Anak Ideologis Soekarno

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Adik kandung Ketua Umum PDIP Megawati, Rachmawati Soekarnoputri dikabarkan meninggal dunia usai terpapar Covid-19. Sebelum wafat, ia sempat dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto.

Semasa hidup, Rachmawati Soekarnoputri diketahui kerap berseteru dengan kakaknya Megawati.

Perseteruan keduanya dipicu lantaran Rachmawati menilai Megawati adalah orang yang telah merusak kesepakatan dalam keluarga.

Lantaran hal itu, politisi Partai Gerindra tersebut tak pernah bertemu dengan kakak kandungnya itu. Rachmawati pun menyebut Mega memang tak berani bertemu dengannya.

Hal itu diungkapkan Rachmawati Soekarnoputri dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada 2016 silam.

Baca Juga

Dalam wawancaranya itu, ia mengaku terakhir bertemu dengan kakaknya pada 2013 silam ketika suami Megawati yakni Taufik Kiemas meninggal dunia.

“Saya sudah lama enggak ketemu dia (Mega). Terakhir saat berbela sungkawa waktu suaminya Taufik Kiemas meninggal dan Megawati tidak pernah berani bertemu dengan saya,” ujar Rachmawati Soekarnoputri.

Selain itu, Rachmawati juga mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri tidak pernah mewarisi ideologi ayah mereka Soekarno.

Menurutnya, Mega memang merupakan anak biologis dari Soekarno namun ia tak pernah membawa ideologis dari proklamator RI tersebut.

“Ada anak biologis dan anak ideologis. Mega memang anak biologis tapi bukan anak ideologis. (Kalau Megawati) anak ideologis dia akan bawa pikiran-pikiran bapaknya. Tidak mungkin seperti sekarang ini,” ungkap Rachmawati.

Bahkan, kata Rachmawati, Megawati juga tidak peduli dengan ajaran Soekarno dan hanya menjual gambar ayah mereka tersebut untuk kepentingan politik.

“Ini hanya simbol-simbol, pakai gambar Soekarno dijual. Semua yang diimplementasikan bertentangan dengan pemikiran Soekarno kok,” tuturnya.

Mengutip Hops.id, berdasarkan riset Hadi Mustafa berjudul ‘Kepemimpinan Karismatik: Studi Tentang Kepemimpinan Politik Megawati Soekarnoputri Dalam PDIP’ trah Sukarno memiliki kesepakatan menjauhi dunia politik.

Penyebabnya, trah Soekarno begitu phobia atas kudeta yang menimpa ayah mereka. Alasan penguat lainnya ialah, saat itu tak ada satupun partai politik yang berlandaskan ideologi bentukan Soekarno yakni Marhaenisme.

Kesepakatan tersebut disetujui dengan bulat, baik oleh seluruh keturunan Soekarno dari istri ke-3, Fatmawati maupun keturunan dari istri-istri yang lain.

Akan tetapi, kesepakatan itu dilanggar ketika Megawati menerima pinangan Soerjadi untuk bergabung dengan PDI bersama dengan Guntur Soekarnoputra dan Guruh Soekarnoputra.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.