Terkini.id, Jakarta – Tagihan listrik yang melonjak membuat banyak orang protes, khususnya lewat media sosia.
Bahkan, tagihan listrik yang membengkak rupanya tidak cuma dialami sejumlah pelanggan biasa. Hal ini pun dialami oleh salah satu direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
Direktur Human Capital Manajemen PLN Syofvie Felianti Roekman mengaku, tagihan listriknya bahkan melonjak 100 persen.
Dia menyebutkan, lonjakan tersebut akibat peningkatan konsumsi yang memang terjadi seiring kebijakan beraktivitas dari rumah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Tagihan saya juga naik, tidak cuma 60 persen tapi 100 persen. Tapi karena AC menyala, semua beraktivitas di rumah,” tutur Syofvie dalam Konferensi Pers Virtual, Sabtu 6 Juni 2020 seperti dikutip dari kompascom.
- Hadapi Banjir hingga Cuaca Ekstrem, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
- Astra Motor Sulsel Siap Berlaga di KLHN 2026 dengan Tim Terbaik
- Kalla Toyota Luncurkan KIDDO, Hadirkan Pengalaman Edukatif bagi Anak dan Keluarga
- Donor Darah PLN UID Sulselrabar Bersama UPT Transfusi Darah Sulsel Mendapat Antusiasme Tinggi Pendonor
- Loving Monday at KALLA Perkuat Kolaborasi dan Sportivitas Insan Kalla
Menurut dia, dirinya yang biasa mengisi voucher sekali untuk dua bulan, kini harus mengisi voucher listriknya tiap bulan.
“Kita juga harus cerdas menggunakan energi ini. Teman-teman PLN juga merasakan hal yang sama. Tapi saya hitung tuh. Memang semua ada kenaikan konsumsi,” kata Syofvie.
Sebelumnya masyarakat pun mengeluhkan kenaikan tagihan listrik yang harus dibayar mereka.
Menjawab keluhan pelanggan tersebut, PLN memastikan tak ada kenaikan tarif listrik.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Sahril menyatakan, lonjakan tagihan listrik di tengah pandemi terjadi lantaran PSBB yang mengharuskan banyak pihak harus melakukan aktivitas dari rumah, mulai dari bekerja hingga bersekolah dari rumah.
Dengan demikian, penggunaan listrik otomatis bertambah dan mendorong lonjakan tagihan.
“Setelah ada PSBB tentu saja kegiatan di rumah lebih banyak, belajar dari rumah menggunakan faslitas internet yang membutuhkan listrik. Bapak-bapak kerja juga dari rumah membutuhkan listrik. Lalu AC juga, sehingga mengakibatkan kenaikan pada bulan selanjutnya,” jelas Bob dalam video conference, Sabtu (6/6/2020).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
