Terkini.id, Jakarta – Sosok Rara Istiati Wulandari alias mbak Rara pawang hujan kini menuai kontroversi. Kata Direktur SA Institut: bisa saja peramal itu diseret ke ranah hukum, Jumat 3 Juni 2022.
“Jika informasi yang disampaikan tidak dapat dipertanggungjawabkan, jelas bisa saja peramal itu diseret ke ranah hukum,” ucap Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut), Suparji Ahmad, seperti yang dilihat dari Hops.id, Jumat 3 Juni 2022.
Sebelumnya Rara pawang hujan meramal anak sulung dari Ridwan Kamil yakni Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, yang hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss.
Menurut Suparji Ahmad, hal yang dilakukan oleh Rara pawang hujan sudah meresahkan masyarakat.
“Hal tersebut sudah meresahkan di masyarakat, dan menimbulkan keonaran, informasinya juga menyesatkan,” bebernya Suparji Ahmad.
- Soal Hubungan Brigadir J Dengan Istri Irjen Ferdy, Rara: Ada Kiriman Santet
- Komentari Kasus Roy Suryo Soal Meme Stupa, Rara Pawang Hujan: Karma is Real
- Rara Pawang Hujan Panik Tak Bisa Hentikan Hujan di Tengah Konser Musik, Pengguna Twitter: Remot AC Rusak Mblo
- Ikut Sindir Rara Pawang Hujan, Fadli Zon: Pawang Hujan Pegang Remote Control Langit
- Soal Turun Hujan Saat Konser Musik, Mbak Rara: Bisa Digeser Dengan Cepat, Hujan Terjadi Saat Aku Keluar Makan
Suparji Ahmad melanjutkan bahwa polisi harus segera bertindak soal ramalan Rara pawang hujan.
“Polisi harus segera menghentikan penyebaran berita tersebut, harus melakukan tindakan, karena sudah meresahkan masyarakat,” lanjutnya Suparji Ahmad yang juga menjabat sebagai Dosen Universitas Al-Azhar tersebut.
Suparji Ahmad mengharapkan agar semua orang mampu menahan diri untuk memberikan komentar yang tidak menguntungkan terhadap proses pencarian Eril.
“Kita semua harus menahan diri untuk memberikan statement kontraproduktif terhadap upaya pencarian Eril. Masyarakat di Indonesia cukup mendoakan yang terbaik agar Eril bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
