Terkini, Makassar – Ratusan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Jumat 17 Mei 2024.
Aksi mahasiswa dan pemuda itu merupakan bentuk syukur dan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas pergantian PJ Gubernur Sulsel.
Seperti diketahui, Prof Zudan Arif Fakrulloh secara resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) menggantikan Bahtiar Baharuddin, Jumat 17 Mei 2024.
Pada aksi itu, terdapat beberapa lembar spanduk yang bertuliskan; “Masyarakat Sulsel bersyukur PJ Bahtiar meninggalkan Sulsel”. “Selamat jalan bapak PJ Gubernur yang suka bikin gaduh”.
“Terimakasih Mendagri sudah menarik Bahtiar si tukang gaduh di Sulsel, “Semoga Sulsel bisa damai setelah PJ Gubernur Bahtiar di pindah”, “Terimakasih Presiden dan Mendagri telah mengganti Bahtiar sebagai PJ Gubernur Sulsel”, Alhamdulillah Bahtiar sudah pergi”.
- Cukup ke BK, Bareskrim Kembalikan Laporan Penggugat Pansus Hak Angket DPRD Gowa
- Digitalisasi Keuangan Jadi Strategi OJK Perkuat Daya Saing UMKM Indonesia Timur
- Mayat Perempuan Ditemukan Terbawa Arus Irigasi Di Desa Kaluku Jeneponto
- 'Women Behind The Lens' Hadirkan Ruang Temu untuk Perempuan Pecinta Fotografi di Makassar
- Pemkab Gowa Siapkan Lahan 8 Hektare untuk Proyek Pengolahan Sampah Modern Senilai Rp1,3 Triliun
Aksi damai tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pemuda, pelajar, dan tampak juga ratusan atlet sulsel yang akan mengikuti PON hadir turut memeriahkan aksi hari ini.
Para peserta aksi menyuarakan kegembiraan mereka atas keputusan Presiden Jokowi mengganti PJ Gubernur Sulsel.
Mereka menilai bahwa selama masa jabatannya, Bahtiar sering membuat kebijakan yang gegabah dan pernyataan yang meresahkan masyarakat yang megakibatkan kegaduhan.
Dalam berbagai forum diskusi dan aksi yang di gelar oleh para kepala desa sulawesi selatan, mahasiswa dan pemuda sebelumnya, Bahtiar dikritik karena dianggap tidak bijaksana dalam pengambilan keputusan.
Salah satu kebijakan kontroversialnya adalah program penanaman pisang yang dinilai tidak sesuai dengan budaya pertanian dan kontur tanah Sulawesi Selatan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
