Terkini.id, Makassar – Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Makassar melaporkan realisasi belanja masih minim pada triwulan ke-2 tahun 2021.
Salah satunya, Unit Layanan dan Pengadaan (ULP) melaporkan realisasi tender hingga memasuki triwulan ketiga baru mencapai 19,6 persen dari total 535 paket yang akan dilelang tahun ini.
Sementara, penganggaran sudah memasuki triwulan ketiga. Hal ini berpotensi membuat sejumlah program proyek tidak bisa rampung hingga akhir tahun.
Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Abdi Asmara mengatakan dapat memaklumi kondisi minimnya realisasi tahun ini.
Menurutnya, pemerintah kota masih tersandung pada persoalan keuangan. Selain itu, pemerintah kota bersama DPRD juga masih menyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sehingga masih harus disesuaikan agar bisa sejalan dengan rancangan tersebut.
“Dia (ULP) menargetkan realisasi paling tidak bisa digenjot pada September mendatang,” kata Abdi, Rabu, 28 Juli 2021.
Dengan kondisi ini, legislator Demokrat itu berharap pada September mendatang semua sudah sesuai dengan target dan bisa tercapai 50 persen.
“Tapi semua SKPD itu sebenarnya sudah masukkan ke Sirup, sisa mereka mendorong nanti,” paparnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPC Demokrat Makassar ini menambahkan, proyek krusial nantinya tinggal didorong melalui tender bersyarat. Sehingga pengerjaannya dapat langsung berlanjut kendati sudah menyeberang di tahun 2022.
“Kita contoh kemarin yang Tanjung Bunga, kontrak mereka cuma sampai di bulan Desember, begitu selesai Desember berapa bobot pekerjaan yang selesai itu stop sampai di situ,” paparnya.
Abdi berharap bila sesuai aturan, ada beberapa paket tender bersyarat yang bisa menyeberang tahun.
“Memang memungkinkan kan diatur lewat Permen PU juga,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
