Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Makassar Mencapai 68,98 Persen

Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Makassar Mencapai 68,98 Persen

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Plt Kepala Dinas Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin mengklaim capaian realisasi vaksinasi Covid-19 sudah berada pada angka 68,98 persen. 

“Sedikit lagi kita mencapai (herd Immunity) 70 persen,” kata Ida, sapaannya, Selasa, 19 Oktober 2021.

Ia menyebut ada peningkatan vaksinasi secara signifikan lewat program vaksinasi 100 RT 1 Hari 100 persen.

“Kita sedang berada di Kacamatan kelima untuk program 100 RT 1 Hari 100 persen yaitu kecamatan Manggala. Kita harapkan bagaimana nanti di 15 kecamatan itu bisa kita capai sampai minimal 90 persen,” kata Ida.

Ia memperkirakan di Kecamatan Manggala realisasi vaksinasi bakal mencapai angka 70 persen. Ida menuturkan program vaksinasi di Manggala sudah berlangsung beberapa hari.

Baca Juga

“Artinya kita bisa bayangkan 15 kecamatan ini yang kita betul-betul kebutuhan vaksinasinya sampai ke masyarakat kita kita bisa mencapai 95 persen,” tuturnya.

Ida berharap bulan depan, November 2021, program 100 RT 1 Hari 100 Persen sudah tuntas. Sebelumnya, program tersebut sudah menyasar 4 kecamatan, yakni Rappocini, Biringkanayya, Panakkukang, dan Tamalate, 

Dari 1,5 juta penduduk Kota Makassar, Ida mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 900 ribu warga Makassar yang telah melakukan vaksinasi.  

“Sisa 600 sekian dari 1,5 penduduk untuk Kota Makassar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar Wahyudi Muchsin mengatakan herd immunity tidak boleh menjadi tolak ukur utama untuk pelonggaran protokol kesehatan.

Hal ini sekadar menjadi upaya dalam menekan laju kasus Covid-19. Pelonggaran dianggap menjadi hal yang fatal. 

Ia mencontohkan negara-negara yang sudah merampungkan vaksinasi Covid-19 namun kasus Covid-19 tetap meningkat tajam.

“Negara maju seperti Amerika, Australia, Singapura mereka vaksinnya sudah maksimal, tapi setelah itu meningkat lagi,” terangnya.

Kekebalan kelompok, kata dia, hanya sekadar fase dalam menghentikan Covid-19 secara bertahap, mengurangi jumlah penularan dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang memiliki imunatas kuat. 

“Jadi kita kan maunya ekonomi, pendidikan dan sebagainya itu dilonggarkan, tapi protokol tetap jalan. Ini kita bersahabat dengan Covid-19 dengan cara seperti itu karena mau tidak mau kita harus hidup berdampingan,” terangnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.