Refly ke Anies: Kualitas Anda Harus Beda dengan Para Pembantu Presiden Jokowi yang Cepat Sekali Marahnya

Refly ke Anies: Kualitas Anda Harus Beda dengan Para Pembantu Presiden Jokowi yang Cepat Sekali Marahnya

R
Resty

Penulis

Terkini.id, JakartaRefly Harun berpesan kepada Anies Baswedan bahwa Gubernur DKI Jakarta itu harus punya kualitas berbeda dengan para pembantu Presiden Jokowi yang cepat sekali marah dengan melayangkan somasi kepada rakyat atau melapor ke polisi.

Refly Harun mengatakan itu saat menyinggung soal pernyataan Plt Ketua Umum Partai Solidarita Indonesia (PSI), Garing Ganesha yang menyebut Anies Baswedan pembohong.

Awalnya, pakar hukum tata negara itu mengingatkan para pejabat pemerintahan untuk tidak tipis kuping mendengarkan kritik. 

Hak itu ia sampaikan karena menilai beberapa pejabat begitu gampang tersinggung karena dikritik.

“Dikritik…somasi. Paling tidak ada dua pembantu Presiden Jokowi yang melakukan somasi kan? Terus dikatakan itu bukan kritik tapi fitnah, ya tergantung dari mana sudut pandangnya,” ujarnya pada Selasa, 21 September 2021.

Baca Juga

Refly Harun lantas menyinggung, pernyataan Giring Ganesha bahwa Anies pembohong bisa juga dianggap fitnah. 

Bahkan, baginya itu malah lebih berbahaya dari tuduhan terlibat promosi ivermectin sebagai obat Covid-19 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

Seperti diketahui, Moeldoko berujung melayangkan somasi kepada Indonesian Corruption Watch (ICW) karena tudingan tersebut.

Tetapi Refly percaya bahwa Anies tidak akan bertindak jauh dengan menyampaikan somasi atau melaporkan Giring. 

“Bukan yakin sih, saya mengimbau lah. Jadi, kualitas Anda harus berbeda dengan para pembantu Presiden Jokowi yang cepat sekali marahnya dengan mensomasi rakyat atau melapor ke polisi,” katanya.

Bukan hanya kepada Anies, Refly juga meminta para pendukung Gubernur itu untuk menunjukkan kelas yang berbeda dengan para pendukung Jokowi. 

Sebab, ia melihat para pendukung Jokowi mudah sekali marah dan mengadukan orang ke polisi.

“Mungkin karena mereka berpikir polisi itu milik mereka. Padahal penegak hukum itu milik rakyat Indonesia,” tandas Refly Harun.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.