Terkini.id, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun, menyebut bahwasanya Gatot Nurmantyo ngotot menganggap komunisme gaya baru sedang bangkit.
Seperti diketahui, mantan panglima TNI jenderal (purn) Gatot Nurmantyo memang cukup sering membicarakan soal kebangkitan PKI alias Partai Komunis Indonesia bergaya baru di Indonesia.
“Gatot Nurmantyo itu ngotot sekali mengatakan bahwa komunisme gaya baru itu sedang bangkit,” ujar Refly dalam kanal YouTube-nya, dikutip terkini.id via Galamedia pada Minggu, 26 September 2021.
Menanggapi hal tersebut, akademisi sekaligus aktivitas tahun 1960-an, Salim Said, lantas menyinggung soal hubungan PKI dan PDIP.
Menurutnya, ada beberapa tafsir mengenai hal itu yang bisa muncul di benak masyarakat sekarang.
- Salim Said dan Refly Harun Bicara Soal Jokowi, PKI dan Anti Islam
- Sebut Jokowi Bagian Oligarki, Salim Said: Dia Bermodal Tanda Tangan
- Salim Said: Jokowi Bagian Oligarki, Negara Kita Sekarang Dikuasai Mereka
- Salim Said Sebut Jokowi Bagian dari Oligarki: Dia Tak Cukup Cerdas Mengatur Semua ini
- Blak-blakan Singgung Jokowi, Salim Said: Anaknya Cuma Pengalaman Jual Martabak Bisa Jadi Wali Kota
Katanya, isu kemunculan komunisme atau PKI gaya baru bisa saja ditafsirkan dari pernyataan anggota PDIP, Ribka Tjiptaning.
“Itu kan tergantung tafsiran orang. Apakah kebangkitan itu ditafsirkan dari pernyataan dokter Ribka Tjiptaning yang bangga sebagai anak PKI,” tanggap Salim.
Ia menuturkan bahwa Ribka sempat mengakui menjadi penjabat penting di PDIP Bandung. Selain itu, Ribka juga sempat mengatakan bahwa anak PKI ada di PDIP.
“Ada tiga tafsiran, orang bisa menafsirkan jika PDIP menjadi rumah bagi anak-anak PKI,” ungkap Salim.
“Kedua, publik bakal mengira PDIP menganggp PKI itu tidak apa-apa,” sambugnya.
“Ketiga, orang luar punya tafsiran lain, PKI ada di dalam kekuasaan (pemerintah).”
Salim mengatakan, PKI selama ini pintar bersembunyi di dalam kekuasaan. Bahkan dengan mudah menggunakan tangan kekuasaan untuk kepentingan-kepentingan mereka.
“Tapi kita tidak punya, belum punya bukti (terkait kebangkitan PKI), tapi kita punya ingatan, ada track record (peristiwa 30 September 1965),” pungkas Salim.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
