Rektor Unhas Kukuhkan Dua Guru Besar Lingkup Fakultas Teknik, Keduanya Bersaudara

Rektor Unhas Kukuhkan Dua Guru Besar Lingkup Fakultas Teknik, Keduanya Bersaudara

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id, Makassar – Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa kembali mengukuhkan guru besar baru di lingkup Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar.

Pengukuhan kedua guru besar yang ternyata bersaudara ini, masing-masing Prof. Dr. Ir. Zulkifli Djafaflr, MT dan Prof. Dr. Ir. Zuryati Djafar, MT dilakukan dalam Rapat Paripurna Senat Akademik di lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa 4 Juli 2023.

Kedua Guru Besar yang dikukuhkan tersebut masing-masing, Prof Dr Ir Zulkifli Djafar MT guru besar dalam bidang Ilmu Kekuatan Material.

Dan Prof Dr Ir Zuryati Djafar MT, guru besar dalam bidang Ilmu Teknik Perpindahan Panas dan Pendinginan.

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSi mengucapkan ucapan selamat kepada dua Professor yang baru saja dikukuhkan.

Menurut Prof JJ, dengan penambahan guru besar di lingkup Universitas Hasanuddin ini akan berdampak pada pengembangan sumber daya manusia yang semakin berkualitas.

“Kami berharap, para guru besar Unhas yang belum dikukuhkan bisa segera menyelesaikan rangkaian proses untuk bisa dikukuhkan secara resmi,”pesan Prof JJ dalam sambutannya, Selasa 4 Juli 2023.

“Penelitian yang dilakukan oleh dua guru besar sangat menarik dan bisa dikolaborasikan untuk menghasilkan produk inovatif yang diharapkan ke depannya bisa memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat,” sambung orang nomor satu di kampus Unhas tersebut.

Ia menyebut, peningkatan SDM Unhas termasuk jumlah guru besar yang terus dioptimalkan merupakan upaya strategis untuk menunjukkan keterlibatan Unhas dalam kehidupan masyarakat yang semakin optimal melalui ketersediaan sumber daya manusia berkualitas.

Diketahui bahwa Prof Zulkifli memberikan pemaparan tentang Peluang dan Tantangan Komposit Berbasis Serat Alam Rami Sebagai Material Alternatif Badan Kapal.

Dalam penjelasannya, Prof Zulkifli mengatakan adanya peningkatan permintaan industri terhadap serat alam merupakan langkah awal untuk mengembangkan penggunaan serat alam rami.

Serat rami merupakan serat alam berbasis selulosa.

Penggunaan komposit serat alam rami saat ini telah mulai dikembangkan dan mulai banyak material komposit serat rami yang telah dan sementara diteliti.

Salah satu penelitian yang telah dilakukan menggunakan material komposit serat rami adalah kemampuan matrik komposit terhadap kekuatan tembakan.

“Peluang penggunaan komposit serat rami terbuka lebar sebagai alternatif badan kapal. Tumbuhan ini cocok pada lingkungan dan iklim tropis Indonesia. Sehingga, pengadaan atau ketersediaan material serat rami dapat berkesinambungan,”urainya.

“Telah banyak penelitian yang menunjukkan penggunaan komposit serat rami untuk alternatif badan kapal,”lanjut Prof. Zulkifli.

Saat ini, kata dia komposit serat alam mulai dilirik oleh berbagai industri, seperti industri kereta api, kapal, otomotif, alat olahraga, hingga industri peralatan rumah tangga.

“Hal ini terutama didukung dengan isu masalah lingkungan dan keterbatasan sumber bahan bakar fosil,”tuturnya.

Sedangkan Prof Zuryati Djafar dalam pidato pengukuhannya, menyampaikan tentang penelitian yang dilakukan “Rekayasa Termal pada Proses Pemanasan dan Pendinginan Dalam Kehidupan Sehari Hari”.

Prof Zuryati mengatakan energi termal/panas tersedia melimpah yang berasal dari kendaraan bermotor, industri manufaktur dan juga alat produksi seperti oven hingga distilasi.

“Diperlukan rekayasa teknlogi untuk mengubah termal menjadi energi listrik berguna,”bebernya.

Prof Zuryati menambahkan masih diperlukan inovasi untuk meningkatkan efisiensi model TEG (Thermo Electric Generator) agar lebih banyak energi listrik yang dapat diproduksi, sekaligus peningkatan prestasi modul TEC (Thermo Electric Cooler) agar menjadi alternatif sistem pendinginan yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

“Mengingat banyaknya panas/termal yang terbuang percuma, maka dipandang perlu membuat suatu rekayasa teknologi untuk mengkonversi panas/termal terbuang tersebut menjadi energi listrik yang lebih berdaya guna,” jelas Prof Zuryati.

Proses pengukuhan dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Ketua Majelis Wali Amanat, Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Akademik, Dewan Professor, tamu undangan, serta keluarga besar kedua professor yang baru dikukuhkan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.