Terkini.id, Jakarta – Salvador Ramos, seorang remaja berusia 18 tahun telah membunuh 19 anak kecil dan dua orang dewasa dengan cara melakukan penembakan massal di Sekolah Dasar (SD) Robb di Ulvade, Texas Selatan, Amerika Serikat.
Dilansir dari CNN Indonesia, Rabu 25 Mei 2022, penembakan massal ini dilakukan oleh Salvador Ramos pada Selasa 24 Mei 2022 waktu setempat.
Sementara itu pada saat aparat keamanan setempat melakukan proses penangkapan Salvador Ramos, namun dirinya ikut tertembak dalam peristiwa yang mendapatkan predikat sebagai salah satu pembunuhan massal terparah yang pernah terjadi di Amerika Serikat.
Motif penembakan massal yang merenggut nyawa murid SD Robb di Texas ini masih belum diketahui penyebabnya.
Menurut media asing Reuters, awalnya Salvador Ramos menembak neneknya sendiri sebelum akhirnya menuju ke SD Robb sambil membawa sejumlah senjata api seperti pistol dan senapan.
Kondisi nenek Salvador Ramos hingga saat ini masih kritis dan dirawat di rumah sakit setempat.
Dalam aksinya, Salvador Ramos menggunakan rompi pelindung diri sambil mengendarai mobil menuju SD Robb, namun dalam perjalanan menuju lokasi, diketahui dirinya sempat menabrak sebuah parit.
“Suspek sempat menabrak parit di dekat sekolah,” kata pejabat Departemen Keamanan Publik Texas, Erick Estrada, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu 25 Mei 2022.
Menurut analisis Erick Estrada, Salvador Ramos diduga menetapkan lokasi penembakan SD Robb karena insiden yang diduga ia secara tidak sengaja menabrak parit yang ada di dekat sekolah dasar tersebut.
Oleh karena itu, ketika Salvador Ramos melihat bahwa ada sebuah sekolah dasar di dekat parit tersebut, ia langsung menuju SD Robb dan melakukan aksinya.
“Insiden itu lah yang membuatnya keluar dari kendaraan dan saya percaya saat itu lah ia mencoba memasuki sekolah. Ia kemudian dihadang oleh aparat keamanan. Namun, ia berhasil memasuki beberapa kelas dan memulai penembakan,” tutur Estrada.
Salvador Ramos melakukan aksinya pada pukul 11.30 waktu setempat. Setelah itu warga sekitar melaporkan kejadian itu kepada pihak polisi karena mendengar suara tembakan yang berasal dari SD Robb tersebut.
Jason Owens selaku pejabat regional menuturkan bahwa 15 anggota unit taktis dan kontra terorisme langsung menuju SD Robb pada saat menerima laporan penembakan massal sedang terjadi.
Petugas patroli perbatasan yang ada di lokasi kejadian langsung melakukan penembakan kepada Salvador Ramos sehingga pelaku tewas di tempat.
Pihak yang berwenang menyimpulkan bahwa aksi ini dilakukan oleh Salvador Ramos seorang diri tanpa bantuan orang lain.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
