Rilis Pers Kemenangan Prabowo Disorot Netizen: Banyak Salah Ketik

Terkini.id, Bandung – Klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno berdasarkan survei yang dilakukan Akademisi Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI).

Hasil merilis exit poll Pilpres 2019 yang dilakukan kampus tersebut, menunjukkan Prabowo-Sandiaga Uno unggul 66,4 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf hanya mengantong 33,6 persen.

Hal itu tertuang dalam rilis resmi yang disebarkan akademisi UKRI yang ditandatangani oleh Rektor UKRI Dr Boyke Setiawan MM.

Dijelaskan, hasil survei yang menyebutkan kemenangan Prabowo tersebut berdasarkan survei exit poll tersebut dengan mewawancarai 2.200 responden yang tersebar di 700 TPS di 34 provinsi.

Hasilnya, Prabowo-Sandiaga menang telak atas Jokowi-Ma’ruf.

“Exit poll ini hasil dari relawan kami yang ada di lapangan. Kita menggunakan random sampling kepada 10.252 responden yang tersebar di 34 provinsi,” kata Rektor UKRI Boyke Setiawan.

Mengenai adanya perbedaan mencolok antara exit poll dan quick count berbagai lembaga survei, pihaknya tidak mempermasalahkannya.

Pihaknya yakin survei timnya berdasarkan fakta di lapangan.

Disorot Netizen

Terkait rilis pers tim riset Prabowo tersebut, banyak netizen yang menyorot.

Salah satunya adalah Andrian Kaifan. Dia mengkritisi beberapa salah ketik dan tidak lazim dalam rilisnya:

“Jika pers release dan kampus nya Pak Prabowo ini memang benar ada, maka:

1. Konferensi Pers, bukan Konprensi Pers;

2. Pake 10.252 responden utk survei elektabilitas itu besar sekali, mantaff! πŸ˜¬πŸ™„ Jauhhh lebih besar dari kebiasan survei lembaga survei opini publik yg pake sampel responden 1.200 sampe 1.500 orang saja;

3. Hasil survei elektabilitas Paslon 01 = 36,8% dan Paslon 02 = 63,2%. Maka, 36,8% + 63,2% = 100%, ini hebat sekali! πŸ‘πŸ‘πŸ‘ πŸ˜† Artinya, seluruh 10.252 responden menjawab semua pilihan capres dan cawapres mereka.. 😬😬😬. Suatu hal yg biasanya tdk terjadi di isian instrumen2 survei2 elektabilitas oleh lembaga2 survei di bawah Persepsi.

4. Margin of Error, bukan Marjin of Error;

5. Exit Poll, bukan Exit Pool. Mungkin terbawa2 baru naik bus di Pool Damri Kemayoran;

6. Tiba2 bisa disimpulkan ‘dari Hongkong’ kemenangan Paslon 02 dg persentase 66,4% ini bijimana ceritanya??? πŸ˜†

Netizen lainnya, Harry Nugroho Eko ikut menambahkan:

Satu lagi, bukan “sampling randon” tapi random sampling. Atau kalo mau di-indonesia-kan jadi pengambilan sampel secara acak.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulisΒ  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN