Rizieq Divonis 4 Tahun, Felix Siauw Singgung Keturunan Nabi: Tiap Kezaliman Takkan Lewat Tanpa Perhitungan!

Rizieq Divonis 4 Tahun, Felix Siauw Singgung Keturunan Nabi: Tiap Kezaliman Takkan Lewat Tanpa Perhitungan!

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Beberapa hari lalu, Rizieq Shihab secara resmi divonis empat tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Rizieq Shihab dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dan turut serta melakukan penyiaran berita bohong hingga menimbulkan keonaran terkait kasus tes usap RS Ummi.

Oleh karena itu, Rizieq dianggap melanggar dakwaan primer, Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Majelis hakim menilai bahwa perbuatan Rizieq Shihab dalam kasus tes usap palsu di Rumah Sakit Ummi Bogor telah meresahkan masyarakat.

Menurut hakim, hal itu memberatkan hukuman yang dijatuhkan kepada Rizieq. Sementara dua hal yang meringankan, yaitu karena ia memiliki tanggungan keluarga serta pengetahuannya dibutuhkan umat.

Baca Juga

Nah, vonis tersebut sontak mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan dan menimbulkan pro kontra.

Sebagian pihak menganggap bahwa vonis tersebut terlalu berlebihan lantaran banyak kasus serupa yang tidak dipermasalahkan sampai ke jalur hukum.

Namun, sebagiannya lagi sangat setuju dan sepakat dengan hakim yang memberikan vonis tersebut.

Tak lama usai dijatuhkannya vonis kepada Rizieq, pendakwah Felix Siauw mendadak membuat pernyataan panjang lebar di media sosial Instagram pribadinya hingga ia bahkan menyinggung perihal keturunan Nabi.

Ia memberikann judul ‘Kebenaran Itu Setia’ pada tulisannya itu dan sebagai pembuka, Felix mengingatkan tentang kegigihan Nabi dalam menyampaikan syiar penyebaran islam.

Nabi, kata Felix, banyak menjumpai hambatan dan rintangan ketika berusaha menyampaikan kebenaran.

Ia kemudian juga menyinggung persidangan yang dikatakannya bisa dirancang dengan hasil yang sudah ditentukan sebelumnya.

Meski demikian, ia yakin kebenaran akan menemui jalannya sendiri meskipun dibungkam.

Penasaran bagaiamana lengkapnya? Berikut terkini.id telah merangkumnya untuk pembaca, dilansir dari wartakota pada Minggu, 27 Juni 2021:

Kebenaran Itu Setia

Para Nabi tidak pernah mundur dari amanahnya, sebab mereka paham persis, bahwasanya urusan agama ini bukan tentang mereka, tapi tentang Yang Mengutus mereka, urusan Allah Ta’ala

Maka saat mereka disulitkan dan disusahkan, difitnah dan didzalimi, dituduh dan dimaki, itu semua ringan bagi mereka, sebab mereka sadar sepenenuhnya, mereka hanya utusan

Tugas mereka hanya menyampaikan dan memperingatkan, mereka hanya middleman, bila ada yang menolak, ada yang melawan, sesungguhnya urusannya dengan Allah, bukan dengan mereka

Rasulullah pun tidak pernah mengeluh saat halangan fisik menghambatnya, tak pernah menyesal ketika keputusan dakwahnya mengakibatkan para sahabat kesulitan, meski ia sangat bersedih

Allah juga sudah menyampaikan, jalan Islam ini tak mudah, para Nabi, shiddiqin, syuhada dan salihin, adalah mereka yang paling akan merasakan, cela, dera dan sengsara di jalan dakwah

Sidang bisa dirancang, keputusan mungkin juga sudah direka sebelumnya. Sebab kasus yang diperkarakan pun sudah terang mengada-ada, membagongkan bahkan bagi tukang halu

Kebenaran takkan hilang meski dibungkam, kebenaran itu akan bersuara lantang meski semua diam. Dan tiap kedzaliman takkan lewat tanpa perhitungan, di dunia atau nanti

Keberanian Rasulullah itu mengalir di nadi-nadi keturunannya, dan pada siapapun yang mencintai Rasulullah dan keturunannya. Hari ini semua hanya menjadi penjelas

Duhai Rasulullah, jangan haramkan mata ini memandangmu, hanya karena lemahnya kami di hari-hari ini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.