Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung mengatakan bahwa akun Twitter-nya sudah dirampok geng Budiman Sudjatmiko dan Ade Armando sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2021.
Rocky mengatakan itu sebagai tanggapan atas keinginan netizen yang ingin dirinya dipenjara karena dinilai menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat akun Twitter.
Ia menyampaikannya lewat video wawancara yang ditayangkan kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu, 22 Agustus 2021.
Rocky mengaku bahwa dirinya tidak memiliki akun Twitter sejak lama sebab sudah diambil pihak lain.
Ia bahkan blakblakan menyebut nama politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko dan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando.
“Akun saya sudah dirampok geng Budiman Sudjatmiko dan Ade Armando sebelum Pilpres 2019,” katanya, dilansir dari GenPi.co.
Maka, Rocky menegaskan bahwa akun yang mengatasnamakan dirinya saat menghina Presiden Jokowi itu adalah palsu.
Ia pun curiga bahwa cuitan kontroversial dari akun Twitter yang mengatasnamakan dirinya itu disengaja.
“Saya curiga geng mereka yang buat akun palsu saya supaya saya ditangkap polisi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rocky juga menjelaskan bahwa ia tak pernah memakai kata “biadab” untuk mengkritik Pemerintah.
“Saya selalu pakai kata ‘dungu’ dan saya terangkan bahwa kebijakannya yang dungu, bukan orangnya,” tuturnya.
Rocky menilai, publik pun sudah paham dirinya memang selalu memakai istilah “dungu”.
“Jadi, kalau tiba-tiba saya pakai kata ‘biadab’, pasti kerjaannya Budiman dan Ade Cs,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
