Romo Benny: Ruang Demokrasi Tanpa Gagasan Memunculkan Pemimpin yang Kerdil, Pemimpin yang Dikarbit

Terkini.id, Jakarta – Belakangan, sejumlah tokoh-tokoh publik mengemukakan pendapat terkait fenomena buzzer yang tengah ramai diperbincangkan.

Seperti baru-baru ini, misalnya, tepatnya pada hari Sabtu, 13 Februari 2021, Romo Benny Susetyo selaku Staf Khusus Dewan Pengarah turut menyoroti fenomena buzzer yang ada sekarang.

Dilansir dari jpnn.com, menurut Benny, buzzer adalah alat yang jelas mengancam kehidupan demokrasi, keberagaman, serta kebersamaan sebagai bangsa.

Baca Juga: Nabi Muhammad Dilecehkan Untuk Promosi Miras, Eko Widodo: Oligarki Peruncing...

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa fenomena buzzer akan terus terjadi selama pendidikan literasi dan pendidikan kritis lemah serta tidak adanya etika dalam hal penggunaan media sosial.

“Hal ini terjadi karena salah satunya kesadaran politik etis enggak ada,” tegas Romo Benny kepada wartawan. 

Baca Juga: Pemerintah Putuskan Tarif Naik Borobudur Rp 750 Ribu Dibatalkan, Hanya...

Romo Benny menekankan bahwa sejatinya buzzer bisa sebagai medium yang digunakan untuk menjual sebuah ide atau gagasan sehingga yang terjadi di ruang publik adalah adu gagasan.

Dengan demikian, kata Romo Benny, jangan sampai orang-orang yang punya gagasan dan memiliki kemampuan justru tidak bisa berperan di dalam ruang publik.

Di sisi lain, Romo Benny berharap para propaganda tak lagi hanya bicara mengenai hal-hal negatif. Namun, alangkah baiknya juga berbicara hal-hal positif terkait bangsa dan negara, juga kemajemukan serta keberagaman.

Baca Juga: Pemerintah Putuskan Tarif Naik Borobudur Rp 750 Ribu Dibatalkan, Hanya...

“Kalau bicara buzzer, seharusnya punya komitmen pada masa depan negara, itu di atas segala-galanya. Kalau ruang demokrasi tanpa gagasan, maka muncul pemimpin yang kerdil, pemimpin yang dikarbit,” tanggapnya.

Bagikan