RPL 47 STIEM Bongaya dan Jalur Konsisten Menuju Magister Manajemen

RPL 47 STIEM Bongaya dan Jalur Konsisten Menuju Magister Manajemen

A
Admin

Penulis

KAMIS petang, 31 Juli 2025, saya menjalani salah satu fase penting dalam studi magister saya di Makassar: ujian hasil penelitian tesis. Meski belum sepenuhnya rampung karena masih ada satu tahap lagi, yakni ujian tutup, saya merasa ini adalah saat yang tepat untuk berhenti sejenak dan menengok kembali perjalanan yang telah ditempuh hampir setahun terakhir.

Saya memulai perjalanan ini bukan dengan semangat yang menggebu. Justru sebaliknya, dengan keraguan. Sebagai seseorang yang lama bergelut di dunia jurnalistik, saya cukup skeptis ketika pertama kali mendengar soal program kuliah jalur RPL atau Rekognisi Pembelajaran Lampau. Program ini menawarkan konversi pengalaman kerja menjadi kredit akademik dan memungkinkan gelar magister diraih dalam waktu hanya satu tahun. Tentu saja ada biaya tambahan. Tapi pertanyaannya tetap menggelayut: benarkah proses studi bisa sefleksibel itu tanpa mengorbankan kualitas? Ataukah ini hanya sekadar bisnis berkedok studi magister jalur RPL?

Saya mendaftar bukan karena yakin, melainkan karena ingin membuktikan sendiri. STIEM Bongaya Makassar, kampus tempat saya menempuh studi, memang dikenal sebagai tempat kuliah bagi para profesional. Di sana ada karyawan BUMN dan swasta, ASN, pelaku usaha, hingga jurnalis seperti saya. Perkuliahan berlangsung setiap Jumat dan Sabtu secara hybrid. Dalam sehari, dua mata kuliah dijalani. Sesi pertama dimulai pukul 16.00, disambung sesi kedua pukul 18.00 hingga malam.

Bayangkan, setelah lima hari bekerja penuh, kami masih harus masuk kelas pada Jumat sore dan Sabtu. Memang ada opsi daring, tetapi tetap saja, tidak bisa dilakukan sambil lalu. Saat sebagian orang menikmati akhir pekannya, kami duduk menyimak kuliah, berdiskusi, dan mengerjakan tugas. Tidak mudah, tapi ternyata bisa dijalani.

Lambat laun saya mulai menyadari sesuatu yang fundamental bahwa ini bukan jalur pintas, melainkan jalur konsisten. Perkuliahan dijalankan sesuai jadwal. Tugas-tugas tak bisa dianggap enteng. Para dosen pengampu pun menantang kami untuk berpikir kritis. Diskusi kelas menjadi hidup karena mayoritas kami adalah orang-orang yang sudah memiliki pengalaman kerja, yang tentu membawa dinamika berbeda dibandingkan kelas reguler.

Baca Juga

Tahapan yang paling menantang tentu adalah tesis. Saya memilih untuk mengerjakannya sendiri dari awal. Merumuskan topik, menyusun instrumen, menyebar kuesioner, mengolah data, menulis dan menganalisis hasilnya, semua saya lakukan mandiri. Ada banyak titik ketika rasa lelah menyerang, tapi di saat yang sama ada banyak pihak yang memberi dukungan luar biasa.

Saya beruntung mendapat bimbingan dari dosen yang sabar dan kompeten, Prof. Jannati Tangngisalu dan Dr. Syamsul Alam. Ibu Ketua Prodi, Dr. Yana Fajriah, juga tak henti memberi motivasi. Bahkan dalam ujian, Prof. Syamsul Ridjal hadir sebagai penguji yang bukan hanya menilai, tetapi juga memberi catatan kritis yang membangun.

Dan kemarin, setelah melewati ujian hasil itu, saya bisa bilang dengan mantap bahwa saya puas dengan proses ini. Saya datang dengan skeptisisme, dan pulang dengan pemahaman baru bahwa program percepatan seperti ini bukanlah jalan pintas, melainkan jalan penuh konsistensi. Jalur ini memang dirancang untuk mereka yang ingin terus belajar, naik kelas secara intelektual, sambil tetap bekerja dan mengabdi di dunia nyata.

Saya menulis ini bukan semata untuk merayakan pencapaian pribadi, tapi juga untuk menyemangati rekan-rekan sekelas saya, para pejuang RPL angkatan 47. Kita sudah melangkah sejauh ini. Kita pernah bersama-sama menghabiskan akhir pekan secara kolektif, saling bantu mencari referensi, dan duduk bersama di ruang Zoom pada Jumat malam, bahkan hingga Sabtu malam.

Semoga kita semua bisa tiba di garis akhir dengan bangga dan utuh. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang serba cepat, barangkali ini yang paling berharga yakni kesempatan untuk tetap belajar, dengan cara yang mungkin tidak sempurna, tetapi nyata. Dan sungguh, tidak ada yang lebih memuaskan daripada melihat keraguan berubah menjadi bukti.

Salamakki’.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.