Terkini.id, Jakarta – Perusahaan BUMN, Pertamina (Persero) sempat menerima perolehan laba yang meningkat drastis, pada semester I 2019 lalu, yakni sebesar Rp 9,5 triliun. Kini, pada periode yang sama di tahun ini (Semester I 2020), Pertamina menderita kerugian hingga Rp 11 triliun.
Kerugian tersebut membuat Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama mendapat banyak sorotan di media sosial.
Ahok sendiri resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina sejak November 2019 lalu.
Jika membandingkan dengan keuangan Pertamina pada periode yang sama tahun lalu, atau sebelum Ahok menjabat, perusahaan minyak pelat merah itu mampu menghasilkan laba sebesar US$659,95 juta atau sekitar Rp9,56 triliun.
Pada saat itu, Direktur Keuangan Pertamina Pahala N Mansury mengatakan, perseroan mencatat pencapaian laba bersih semester 1 2019 mengalami peningkatan 112 persen dibanding periode yang sama pada 2018.
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
- Diplomasi Budaya dan Kuliner Warnai IGS 2026, Delegasi 28 Negara Nikmati Jamuan Khas Makassar
Pencapaian laba bersih semester 1 2019 tersebut sebesar USD 660 juta atau Rp 9,4 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2018 sebesar USD 311 juta atau Rp 4,4 triliun.
Mengutip dari liputan6, Pahala mengungkapkan, peningkatan laba bersih Pertamina disebabkan oleh penurunan harga minyak dunia sepanjang periode tersebut dengan rata-rata USD 63 per barel, sehingga membuat biaya produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan.
”Memang komposisi signifikan adalah minyak mentahnya kita produksi BBM tapi crude diproduksi kilang kita,” tuturnya.
Seperti diektahui, sebelumnya Pertamina menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mencatat kerugian hingga US$ 767,92 juta atau setara Rp 11,13 triliun (kurs Rp 14.500/US$) pada semester I tahun 2020.
Kabar kerugian tersebut menjadi heboh lantaran dikaitkan dengan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama.
Akibat kabar kerugian tersebut, kata kunci ‘Ahok’ menjadi ramai disandingkan dengan narasi dan tautan berita soal kerugian Pertamina Rp 11 triliun tersebut
“Terbukti Ahok bukan siapa2 ( biasa2 aja ),” sebut salah satu netizen, @AcgungN lewat media sosialnya.
Akun lainnya, @BintangTimur27 yang mempertanyakan kenapa Pertamina rugi.
“Padahal Rakyat Sudah Di Peras Kenapa Masih Rugi Koh @basuki_btp, Katanya Dengan Adanya Ente Di Pertamina Semua Mafia Bakal Di Babat Abis?” cuitnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
