Ruhut Sitompul: Demokrat Partai Masa Lalu, Sekarang Bangga Jadi Kader PDIP

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Ruhut Sitompul mengatakan bahwa Partai Demokrat (PD) hanyalah masa lalu baginya.

Ruhut Sitompul menegaskan bahwa sekarang, ia bangga menjadi kader PDIP, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.

“PD partai masa lalu, sekarang bangga menjadi Kader PDI Perjuangan,” katanya melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 28 November 2021.

Baca Juga: Kunjungan Dapil, ARW Program Yang Telah Dinikmati dan Akan Dinikmati...

Dalam cuitannya, Ruhut Sitompul menandai akun Twitter Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution.

Syahrial Nasution pun merespons penyataan mantan rekan separtainya tersebut dengan sindiran. Ia mengatakan bahwa di Partai Demokrat, Ruhut Sitompul hanyalah penumpang singgah.

Baca Juga: Colek PDIP soal Kader Songong, Sujiwo Tejo: Kalau Sudah Watak,...

“Mantap. Jadi, udah selesai urusannya sama Moeldoko ya? Gitu dong, urus diri sendiri aja di perahu baru. Legal dan jelas siapa tuannya,” kata Syarrial Nasution.

“Di Partai Demokrat pun cuma penumpang singgahnya kau bang. Selamat berlayar ke persinggahan berikutnya. MERDEKA..!” tambahnya.

Sebelumnya, Syahrial Nasution memang menyindir Ruhut Sitompul yang ia nilai sering “menjilat” Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko.

Baca Juga: Colek PDIP soal Kader Songong, Sujiwo Tejo: Kalau Sudah Watak,...

Ia mengatakan rindu dengan ocehan Ruhut Sitompul yang selalu terdepan menjilat aksi Moeldoko merampas Partai Demokrat dari Ketua Umum, Agus Yudhoyono.

Syarial Nasution menyinggung bahwa Ruhut Sitompul tak bersuara lagi usai Kubu Moeldoko dinyatakan kalah dalam dua “pertarungan” dengan Partai Demokrat.

Dua pertarungan itu yakni gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan juga ditolaknya Judicial Review terhadap AD/ART Demokrat di Mahkamah Agung (MA).

“Setelah K.O di PTUN dan Judicial Review di MA, senyap,” kata Syahrial Nasution, dikutip Terkini.id, Minggu, 28 November 2021.

“Persis KODOK dalam tempurung di musim hujan. Pingin kali kutengok jiwa ksatriamu bang. Tapi buram,” sambungnya.

Bagikan