Beberapa program-program unggulan yang telah menjadi bagian paling penting dalam pengembangan kebudayaan dan kesenian ialah Makassar Internasional Writers Festival.
Pendiri dan Direktur Makassar Internasional Writers Festival (MIWF) yaitu Lily Yulianti Farid dan pertama kali diluncurkan pada bulan juni 2011, yang merupakan acara sastra internasional tahunan pertama dan satu-satunya di Indonesia timur.
Selain itu, rumata’ juga meluncurkan program tak kalah menarik pada bulan oktober 2012, yaitu South East Asian Screen Academy yang merupakan sebuah program akademi film untuk para filmmaker baru di Indonesia bagian timu, dan tentunya dibina langsung oleh para praktisi film terkemuka di Asia Tenggara.
Rumata’ art space sangat membuka ruang untuk para seniman dan penulis. Selain itu juga banyak berkolaborasi dengan komunitas, salah satunya yaitu Teman Jalan. Teman Jalan itu merupakan sebuah kegiatan yang di inisiasi oleh Basa Sulsel.
Basa Sulsel ini juga merupakan salah satu program dari rumata’ yang bertujuan untuk mengaktifasi Bahasa-bahasa daerah yang ada di Sulawesi Selatan.
Rachmat Hidayat Mustamin, selaku Director of Program and Partnership rumata’ art space mengatakan bahwa rumata’ art space sangat membuka ruang bagi pemuda-pemuda kota Makassar untuk berkarya, dan tentunya sangat bermanfaat bagi pemuda maupun masyarakat kaena rumah budaya ini adalah tempat bertemu untuk para seniman dan penulis.
Di era digital sekarang, yang mana informasi bisa menyebar secara luas dan mudahnya informasi diakses, tentu muncul tantangan besar bagi pemuda dalam berkarya atau melestarikan budaya lokal di kota Makassar ini.
“Ya mungkin karena fokusnya, karena kan sekarang focus orang mudah sekali terdistraksi, jadi kadang-kadang ada yang mau melestarikan budaya lokal, tapi setelah itu, karena mereka terganggu, karena merasa bahwa cukup nih, jadi cepat kita puas. Yang penting sudah selesai, jadi rasa penasaran mereka itu kurang untuk menggali lebih dalam. Jadi buatlah banyak inisiatif maka banyak juga ruang atau platform untuk berdiskusi tentang budaya dan tradisi tersebut,” jelas Rachmat dalam wawancaranya.
Rachmat juga menyampaikan pesan kepada para pemuda untuk selalu berkarya dan menjaga kelestarian budaya lokal yang ada di kota Makassar.
“Setiap karya akan menemukan penontonnya, setiap tulisan akan menemukan pembacanya. Jadi bagus memang kalau karya itu terus dibicarakan,” jelasnya.
Selama tahun 2023, galeri Rumata’ art space sangat aktif menjalankan project-project, yang diramaikan berbagai kegiatan-kegiatan kolaboratif, mulai dari pertunjukan musik, diskusi literasi, serta pameran yang diselenggarakan oleh berbagai kampus. Rumata’ art space sejauh tahun 2023 telah melaksanakan 95 program kegiatan dan kolaborasi baik melalui secara hybrid, luring maupun daring. Yang mana mulai dari program Bacarita Digital, BASASulsel, dan MIWF.
Sebanyak 11 program utama, 1 program online, 47 kegiatan galeri, 30 kegiatan di halaman belakang rumata’, 3 undangan yang dihadiri, 47 mitra kolaborasi, 74 film yang ditayangkan, 9 buku yang dibahas, 255 pembicara yang dihadirkan, serta 8100 lebih pengunjung yang turut menyaksikan kegiatan-kegiatan di rumata’.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
