Safari Ramadan ke Bontobahari, Tomy Satria : Jangan “Seperti Katak dalam Tempurung”

Safari Ramadan di Kecamatan Bontobahari, Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto menyebut bahwa warga Bontobahari jangan seperti katak dalam tempurung. Istilah "seperti katak dalam tempurung"

Terkini.id,Bulukumba – Dalam rangkaian Safari Ramadan di Kecamatan Bontobahari, Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto menyebut bahwa warga Bontobahari jangan seperti katak dalam tempurung. Istilah “seperti katak dalam tempurung” biasanya dimaksudkan bagi seseorang atau kelompok yang tidak berpandangan luas.

Menurut pria berkacamata ini, saatnya masyarakat Bontobahari tidak lagi seperti katak dalam tempurung. Maksudnya apa? bahwa jangan lagi selalu berdebat siapa yang membuat itu Pinisi, apakah orang Bira, Lemo-lemo atau orang Ara.

Bontobahari telah menjadi ikon,  sudah dikenal,  bahwa di sini ada namanya Pantai Tanjung Bira yang cukup mendunia, dan ada juga para ahli pembuat Pinisi yang telah dijadikan lambang daerah Bulukumba, dan sudah mendapatkan pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda.

“Cukupmi itu perdebatan, karena Pinisi itu sudah diakui oleh dunia. Yang lebih penting adalah bagaimana pengakuan dunia itu memberikan manfaat bagi warga Bontobahari,”bebernya saat memberikan sambutan di Masjid Babul Taubah Kelurahan Sapolohe, Kamis 16 Mei 2019.

Dikatakannya, salah satu manfaat dari kenalnya Pinisi adalah bahwa pemerintah memprioritaskan menyelesaikan infrastruktur di Bontobahari. Tidak semua daerah seperti Bontobahari mendapatkan bantuan pemerintah provinsi dengan nilai Rp23 miliar yang bertujuan untuk percepatan pengembangan pariwisata.

Dengan kondisi tersebut, maka Tomy berharap masyarakat membangun kebersamaan, harus membangun kerjasama dengan yang lain, agar Bontobahari bisa lebih berkembang.

Tomy menuturkan bahwa tahun 2019 ini saja ada bantuan pembangunan jalan dari Pemerintah Provinsi yang khusus diperuntukkan di Kecamatan Bontobahari sebesar Rp. 23 miliar. Belum lagi dana DAU dan DAK APBD yang masuk di Bontobahari termasuk akan dibangun pedestrian-pedestrian di Ara dan Bira sekitar Rp. 6 miliar bagaimana mendorong percepatan potensi pariwisata kita.

Pada kesempatan tersebut, H. M. Nur yang juga merupakan Direktur PDAM Bulukumba membawakan ceramah tarwih terkait bahaya menyebarkan berita bohong (hoaks). Dia menceritakan jika orang pertama yang terpapar hoaks adalah Nabi Adam AS. Dia mempercayai hoaks yang disampaikan oleh syaitan bahwa kalau dengan memakan buah khuldi, maka Adam akan menjadi kekal bersama Hawa.

Berita Terkait
Komentar
Terkini