Saiful Haq Ungguli Petahana di Media Sosial

Sekretaris Bapilu DPP PSI, Andi Saiful Haq. /Nasruddin

Terkini.id — Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Sulsel I, Andi Saiful Haq disebut-sebut memiliki peluang untuk terpilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Hasil temuan survei Y Publica di Dapil Sulsel I, menunjukkan bahwa Caleg pendatang baru itu dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai semakin mengancam petahana.

Peneliti INTRANS Jakarta, Endika Wijaya mengatakan bahwa, Saiful berpeluang karena pandai memanfaatkan media sosial sebagai tempat kampanye.

Menurutnya, banyak politisi yang tidak memanfaatkan media sosial dengan baik. Menguatkan PSI, lebih khusus lagi di Dapil Sulsel I adalah contoh yang kuat bagaimana media sosial sudah menjadi alat komunikasi yang efektif kepada pemilih.

“Saya melihat fenomena ini dari aktifitas di Facebook. Fanpage sangat efektif dalam menyasar pemilih di teritorial dapil tertentu. Data Facebook menunjukkan Andi Saiful Haq unggul jauh dari sisi Fans atau Followers di Fanpage,” katanya, belum lama ini.

“Ada 27.900 Fans aktif yang selalu mendapat kiriman konten dari apapun yang di posting. Dengan kecanggihan mesin yang dimiliki Facebook saya yakin 27.900 fans itu sepenuhnya berada di Dapil Sulsel I. Bisa dilihat dari bahasa yang digunakan dalam berinteraksi,” tambahnya lagi.

Membandingkan dengan Caleg lain, Endika membeberkan data Facebook Saiful Haq memimpin dengan 27,9 Ribu page like, disusul Idris Manggabarani 6,1 ribu page like, Aliyah Mustika 4,5 ribu page like, Indira Yusuf Ismail 3,5 ribu page like, Amir Uskara 3,2 page like, sementara caleg lain berada dibawah 3 ribu page like.

“Andi Saiful Haq menggunakan strategi yang cuku baik di Facebook. Kombinasi konten status, foto, narasi, berita dan video cukup bervariasi untuk menyasar berbagai kelompok umur. 1 video profile ditonton hampir 100ribu orang, ini tidak terjadi di video profile caleg yang lain,” ungkapnya lagi.

Meskipun demikian Endika Wijaya menjelaskan bahwa ini belum bisa menjdi patokan elektabilitas seorang Caleg.

“Tapi paling tidak, tingginya interaksi di media sosial membuat peluang menjaring suara juga lebih besar,” tutupnya.

Berita Terkait