Satu Paslon di Bulukumba Diduga Lakukan Politik Uang, Bawaslu: Ini Temuan Pengawas

pelanggaran pilkada
Seorang ibu-ibu diduga membagi-bagikan amplop berisi uang di Pilkada Bulukumba/ Ist

Terkini.id, Bulukumba – Panwaslu Bulukumba Sulawesi Selatan bersama Gakkumdu terus mendalami viralnya video bagi-bagi amplop yang diduga dilakukan oleh tim pemenangan Paslon nomor urut 4, Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf. Dikabarkan setidaknya sudah ada tiga orang saksi yang telah diperiksa Bawaslu Bulukumba.

Koordinator Divisi Hukum, Penindakan, dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar, menjelaskan bahwa kasus tersebut adalah berdasarkan hasil temuan tim pengawas lapangan, yang terjadi  di Desa Borong, Kecamatan Herlang.

“Ini temuan bukan laporan, sehingga kita langsung kaji dan melakukan klarifikasi jadi tidak ada lagi penelurusan karena ini langsung temuan,”jelasnya.

Lanjut Bakri, sedang untuk terlapor yakni pembicara dan wanita yang membagi amplop di dalam video tersebut belum menghadiri undangan klarifkasi.

“Sudah dua kali kami undang tapi belum hadir. Jadi sekalipun yang terlapor tidak menghadiri prosesnya tetap lanjut dan akan kita bahas di Gakkumdu bersama kepolisan dan Kejaksaan,”tambahnya.

Menarik untuk Anda:

Dalam kasus dugaan money politik, Bawaslu menggunakan UU 10 Tahun 2016 pasal 187 A dengan sanksi pidana kurungan minimal 3 tahun penjara dan maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar .

“Kita kabari selanjutnya yah karena sementara proses,”beber dia.

Sebelumnya, dalam video yang berdurasi 2 menit 33 detik itu telah beredar luas di sosial media. Dalam video itu diduga direkam pada  saat kampanye dialogis paslon bertagline Harapan Baru (HB), nampak dalam vidio tersebut salah satu peserta, perempuan yang menggunakan pakaian dan hijab coklat keliling membagi-bagi amplop berwarna putih  kepada peserta yang hadir.

Video ini telah beredar di sejumlah media sosial, baik itu pesan WhatsApp Grup, Facebook maupun instagram. 

Dalam video itu, salah seorang yang diduga merekam video mengomentari pertemuan itu, dengan menggunakan bahas Konjo. 

“Cepana’  injo bage-bage doe di’  Maksudku beraninya itu di bagi-bagi uang,  ini kan dalam keadaan mengumpulkan orang,” kata suara perempuan yang ada dalam video tersebut.

Dalam video itu tak ada yang memperlihatkan isi amplop. Sehingga tak bisa dipastikan isi dalam amplop tersebut. 

Atas tersebarnya video tersebut, para warga net berkomentar agar Bawaslu menunjukkan integritasnya dalam menulusuri kebenaran dari video tersebut.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Jelang Pencoblosan, Dukungan ke NIVI Jilid 2 Terus Mengalir

BREAKING NEWS: Mentan SYL Temui Nico-Victor di Tator, Bahas Apa Yah?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar