SBY Dituding Danai Demo UU Cipta Kerja, Demokrat Angkat Bicara

Terkini.id, Jakarta – Politikus Demokrat Andi Arief angkat bicara terkait tudingan yang beredar yang menyebut Partai Demokrat dan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, sebagai pihak yang mendanai aksi demo UU Cipta Kerja.

Desas-desus tersebut dianggap sangat merugikan nama baik Partai Demokrat. Dari berbagai isu miring yang beredar, Cikeas bahkan dituduh mendanai peristiwa 8 Oktober 2020 yang berakhir dengan perusakan fasilitas umum di sejumlah daerah.

Arief pun menegaskan jika SBY terus menerus dituding berada di belakang demo penolakan UU Cipta Kerja, maka pihaknya akan mengusulkan SBY untuk benar-benar ikut turun demo.

Baca Juga: Buntut Bandingkan Jokowi dan SBY, Demokrat ke PDIP: Jangan Sibuk...

“Kalau terus-menerus menuduh Pak SBY di belakang aksi mahasiswa dan buruh, lama-lama nanti kami mengusulkan Pak SBY beneran ikut turun langsung aksi bersama masyarakat seperti dilalukan mantan Presiden di Filipina. Estrada pernah tumbang lho,” kata Andi Arief lewat unggahannya di media sosial, Sabtu 10 Oktober 2020.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Ossy Dermawan menegaskan pernyataan yang menyebutkan aksi dan gerakan penolakan UU Cipta Kerja diinisiasi dan didanai Cikeas adalah pernyataan fitnah dan hoaks serta tidak berdasar.

Baca Juga: Sekjen PDIP: Pak SBY Dulu Surveinya juga Tinggi, tapi Keputusan...

“Pernyataan tersebut juga melecehkan kaum buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lain yang turun ke jalan, yang murni menyuarakan penolakan UU Ciptaker,” kata Ossy, Sabtu 10 Oktober 2020 seperti dikutip dari suaracom – jaringan terkini.id.

Ia juga menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak akan tinggal diam dengan fitnah tersebut. Partainya, kata Ossy, akan menempuh jalur hukum jika tuduhan itu terus dilancarkan.

Diketahui, Partai Demokrat merupakan salah satu partai di DPR yang menolak pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU pada rapat paripurna yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Sekjen PDIP: Pak SBY Dulu Surveinya juga Tinggi, tapi Keputusan...

Penolakan Demokrat disampaikan dalam pandangan mini fraksi tanggal 3 Oktober 2020 dan pada waktu rapat paripurna tanggal 5 Oktober 2020.

Ossy mengatakan dalam demokrasi, sikap berbeda adalah hal biasa, sebagaimana partai lain juga melakukan hal yang sama di parlemen, dalam konteks dan masalah yang berbeda.

Menurutnya, penolakan terhadap UU Cipta Kerja tidak hanya dilakukan oleh Partai Demokrat, melainkan juga oleh organisasi keagamaan, seperti NU dan Muhammadiyah, kemudian akademisi, LSM, serikat buruh, organisasi mahasiswa serta beberapa kepala daerah.

Ossy pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencegah hoaks dan penyesatan informasi yang dapat mengancam stabilitas sosial, politik, dan keamanan dalam negeri.

Bagikan