Sebut Anies Suka Ngeyel dan Ngeles, Akhmad Sahal: Penanganan Banjir Jakarta Amburadul, Bukti Ketidakbecusan Gubernur

Terkini.id, Jakarta – Banjir besar yang terjadi di Jakarta sejak hari Sabtu lalu, 20 Februari 2021, disebut-sebut sejumlah pihak sebagai banjir yang teramat parah.

Tak heran jika sejak beberapa hari lalu, masyarakat maupun tokoh publik tampak gencar melayangkan opininya terkait banjir besar yang menggenangi ibu kota Indonesia tersebut.

Salah satunya ada Akhmad Sahal atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Sahal, Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Serikat. 

Baca Juga: Prabowo Maju Pilpres, Chusnul Chotimah Soroti Anies: Kemakan Omongan Sendiri!

Dalam sebuah potongan video yang diunggah akun @__MV_llestari__ pada Senin, 22 Februari 2021, Gus Sahal berpendapat bahwa banjir besar yang melanda DKI Jakarta dan amburadulnya penanganan yang dilakukan oleh Anies Baswedan adalah rentetan dari bukti ketidakbecusannya sebagai seorang gubernur.

Gus Sahal juga mengungkapkan secara blak-blakan bahwa Anies tak becus kerja, suka ngeyel dan ngeles sehingga membuat banyak warga Jakarta sengsara. 

Baca Juga: Tak Sabar Tunggu Anies Baswedan Lengser Dari Jabatannya, Ferdinand Hutahaean:...

“Gak cuma gak becus kerja, Anies juga terbukti lebih banyak omong ketimbang action,” ujarnya.

“Hobinya nyalahin pihak lain. Ngeyel, suka ngeles sehingga begitu banyak warga Jakarta sengsara karenanya. Inilah sebabnya kalau gubernur dipilih semata-mata karena seiman,” lanjutnya berapi-api. 

Ia pun lantas menyinggung Anies secara frontal dengan membandingkan kinerjanya dengan gubernur terdahulu Jakarta, yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Baca Juga: Tak Sabar Tunggu Anies Baswedan Lengser Dari Jabatannya, Ferdinand Hutahaean:...

“Jakarta pernah punya gubernur yang prestasinya cemerlang, hasil kerjanya nyata. Namun, Ahok terjungkal karena kasus penistaan agama yang mengada-ada,” paparnya.

“Tumbang karena politisasi ayat dan mayat yang secara masif digaungkan di medsos dan WAG, masjid, musala, majelis pengajian, dan terutama di demo 212.”

Menurut Gus Sahal, politisasi ayat beberapa tahun lalu yang menyeret nama Ahok hingga ke jeruji besi itu terbukti merugikan Jakarta sendiri. 

Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo tersebut menuturkan bahwa Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang berkarakter (seperti Ahok), kemungkinan sindir kepemimpinan Anies yang menurutnya amburadul. 

“Butuh pemimpin bersih, tegas, dan berani galak untuk kebaikan warga dan terutama mengerti detail persoalan,” ucapnya. 

Oleh karena itu, Gus Sahal sangat menyayangkan kasus kelam yang menimpa Ahok lantaran adanya politisasi SARA. 

“Namun, karena adanya politisasi SARA, kepemimpinan Jakarta yang seharusnya urusan dunia tiba-tiba dibelokkan menjadi soal akhirat. Warga muslim ditakut-takutin bahwa kalau memilih pemimpin kafir berarti mereka melanggar Al-Maidah ayat 51.”

Di akhir video, Gus Sahal juga menyatakan bahwa sebenarnya banyak warga Jakarta yang mengakui kinerja Ahok, tapi takut memilihnya kembali karena telah termakan oleh gencarnya stigmatisasi terhadap sosok Ahok yang dianggap sebagai penista agama. 

Bagikan