Sebut Anjing Orang Kristen Juga Kadang Ganggu Umat Muslim, GAMKI: Perkataan Menag adalah Teguran Buat Kami

Sebut Anjing Orang Kristen Juga Kadang Ganggu Umat Muslim, GAMKI: Perkataan Menag adalah Teguran Buat Kami

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – GAMKI alias Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia buka suara soal panasnya polemik azan dan gonggongan anjing.

Adapun hal itu disampaikan oleh Sahat Martin Philip Sinurat, sang Sekretaris Umum DPP GAMKI.

Menurutnya, pernyataan Menag Yaqut yang viral sebenarnya tak hanya menyinggung umat Muslim, tetapi juga non Muslim.

Pasalnya, ia menilai pemeluk agama non Muslim, contohnya umat Kristen, di beberapa daerah memang memiliki anjing penjaga rumah.

Ia juga mengakui bahwa tidak jarang keberadaan anjing peliharaan penjaga rumah yang sering menggonggong juga membuat umat Muslim terganggu.

“Biasanya, sebagian warga non Muslim memelihara anjing peliharaan untuk menjaga keamanan rumah, yang kadang kala mungkin karena peliharaannya banyak dan sering menggonggong, akhirnya membuat ribut di sekitar rumah,” tuturnya, dikutip terkini.id dari RMOL pada Senin, 28 Februari 2022.

“Yang mungkin salah satunya ada tetangga beragama Muslim yang tidak merasa nyaman.”

Atas dasar itu, Sahat berpendapat pernyataan Gus Yaqut terkait anjing bisa dianggap sebagai pemberian pemahaman dan peringanta untuk non Muslim.

Tujuannya, kata Sahat, untuk bisa saling memperhatikan dan menjaga kenyamanan sesama umat beragama.

“Terkadang, apa yang menurut kita baik, belum tentu membuat nyaman tetangga yang ada di sekitar. Terima kasih kepada Gus Menteri yang sudah mengingatkan.”

GAMKI, lanjut Sahat, tidak akan masuk dalam kisruh pasca pernyataan Gus Yaqut yang multi tafsir di berbagai kalangan tersebut.

Namun, tak dimungkiri bahwa dirinya berharap agar semua pihak dapat mendengarkan pendapat satu sama lain.

Ia melihat apa yang telah diungkapkan Gus Yaqut tidak dalam rangka membandingkan suara anjing dan azan seperti yang dijadikan polemik.

“Karena bagi komunitas kami, perkataan Gus Menteri tentang tetangga yang memelihara anjing adalah teguran untuk kami umat Kristen dan Non Muslim yang biasanya memelihara anjing penjaga rumah.”

Selanjutnya, Sahat menyampaikan, secara garis besar masyarakat Indonesia selalu menjunjung tinggi nilai toleransi.

Dalam berbagai kesempatam, GAMKI bahkan selalu bangga untuk menceritakan bagaimana di Indonesia seluruh umat beragama dapat hidup berdampingan.

“Kita hidup bernegara memang perlu aturan untuk menciptakan tertib sosial dan harmoni. Mari kita tebarkan kebaikan. Kami harapkan SE Menteri Agama tidak direspons berlebihan yang justru bisa menimbulkan kegaduhan baru.”

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.