Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal penangkapan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap bantuan sosial (Bansos) COVID-19.
Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 6 Desember 2020, Denny Siregar membandingkan kasus Juliari dengan Menteri Perikanan dan Kelautan, Edhy Prabowo yang ditangkap atas kasus dugaan korupsi benih lobster.
Menurutnya, Edhy Prabowo masih lebih ‘keren’ lantaran mencuri uang dari lobster. Sementara Juliari, kata Denny, mencuri dari orang miskin.
“Masih keren dikitlah Edhy Prabowo, curi duit dari lobster,” cuit Denny Siregar.
“Korupsi dana bansos itu menjijikkan. Itu sama saja mencuri dari orang miskin,” sambungnya.
- Munafri Pastikan Pemkot Makassar Hadir untuk Bantu Korban Kebakaran, KORPRI Bergerak Lewat Donasi
- Sindir Husniah, Pengacara Khaerul Aco Sebut Preseden Buruk Jika Pejabat Publik Lakukan Manipulasi Data
- TP PKK Perkuat Kelembagaan, Kukuhkan Pengurus Koperasi PKK Jeneponto Bahagia
- Kalla Toyota Bukukan Penjualan Rp12,55 Miliar, Minat Mobil Hybrid Makin Tinggi
- Siapkan 8 Pilot Kapal Ahli di Indonesia Timur, PJM Gandeng TNI AL dalam Pendidikan Pandu Tingkat II
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Bansos COVID-19.
Mensos Juliari diduga mendapatkan jatah atau fee sebesar Rp 10 ribu per paket bansos. Ia dan beberapa pegawai Kementerian Sosial mendapatkan jatah Rp 17 miliar.
Selain Juliari, KPK turut menetapkan dua pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial, yakni Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW), sebagai tersangka penerima suap.
Kasus dugaan korupsi Mensos Juliari Batubara tersebut terbongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.
Dalam OTT tersebut, KPK .engamankan uang sejumlah Rp14,5 miliar yang terdiri dari pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Uang itu disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
