Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal penangkapan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap bantuan sosial (Bansos) COVID-19.
Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 6 Desember 2020, Denny Siregar membandingkan kasus Juliari dengan Menteri Perikanan dan Kelautan, Edhy Prabowo yang ditangkap atas kasus dugaan korupsi benih lobster.
Menurutnya, Edhy Prabowo masih lebih ‘keren’ lantaran mencuri uang dari lobster. Sementara Juliari, kata Denny, mencuri dari orang miskin.
“Masih keren dikitlah Edhy Prabowo, curi duit dari lobster,” cuit Denny Siregar.
“Korupsi dana bansos itu menjijikkan. Itu sama saja mencuri dari orang miskin,” sambungnya.
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
- Browcyl Hadirkan Promo "Road to 14 Tahun", Warga Gowa Antusias Serbu Paket Spesial
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- Wujudkan Kemandirian Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya Jagung Nasional dan Peresmian Fasilitas Pangan
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Bansos COVID-19.
Mensos Juliari diduga mendapatkan jatah atau fee sebesar Rp 10 ribu per paket bansos. Ia dan beberapa pegawai Kementerian Sosial mendapatkan jatah Rp 17 miliar.
Selain Juliari, KPK turut menetapkan dua pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial, yakni Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW), sebagai tersangka penerima suap.
Kasus dugaan korupsi Mensos Juliari Batubara tersebut terbongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.
Dalam OTT tersebut, KPK .engamankan uang sejumlah Rp14,5 miliar yang terdiri dari pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Uang itu disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
