Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Palestina, melalui kedutaan besarnya di Jakarta, belum lama ini memohon dengan sangat kepada Indonesia akan suatu hal.
Tepatnya, Palestina meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah intervensi terkait pertanggungjawaban okupasi Israel atas pelanggaran yang terjadi secara terus-menerus terhadap warganya.
“Kami memohon dengan sangat kepada Pemerintah Indonesia dan semua pendukung Palestina yang merdeka di negara ini untuk mengintervensi dan mengaktivasi mekanisme hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional,” ujar Kedubes Palestina dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip terkini.id dari iNews pada Selasa, 18 Mei 2021.
“Untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas serangan yang terus-menerus dilakukan terhadap warga sipil Palestina,” sambungnya.
Seperti diketahui, setiap 15 Mei, masyarakat Palestina memperingati Nakba atau ‘Hari Bencana’ yang masih berlangsung hingga saat ini sejak 1948 silam.
Sebagai informasi, Hari Nakba ditandai dengan terusirnya bangsa Palestina dari tanah air mereka setelah pendirian Negara Israel oleh kaum zionis.
Maka dari itu, tak heran jikalau Kedubes Palestina kemudian mengklaim bahwa Nakba adalah akar penderitaan mereka.
“Nakba adalah akar penyebab dari apa yang kita saksikan hari ini di Palestina yang diduduki,” tuturnya.
“Ini adalah akar dari penderitaan kami yang masih berlangsung.”
Pengusiran besar-besaran dan pembersihan etnik atas kota-kota, desa-desa, dan masyarakat Palestina di tangan para pemukim ekstremis Yahudi terus terjadi hingga hari ini.
Warga Palestina dipaksa keluar dari kampung halaman mereka tanpa pernah diizinkan untuk kembali.
“Nakba bukanlah kejadian masa lalu, tapi ini masih berlangsung. Untuk Israel, mengambil 78 persen dari Palestina yang bersejarah dengan kekerasan tidaklah cukup,” papar sang Kedubes lagi.
“Pencurian tanah, pengusiran, dan penekanan tak pernah berhenti satu hari pun. Serangan terhadap masyarakat Palestina hanya dapat dipahami melalui konteks ini.”
Saat ini, ketegangan masih terus meningkat. Sejak pekan lalu, Israel meluncurkan puluhan serangan udara di Gaza.
Di sisi lain, kelompok militan Hamas juga melakukan serangan roket terhadap kota-kota di Israel dalam peperangan yang pada Senin kemarin, 17 Mei, 2021, telah memasuki pekan kedua.
Sebelum konflik mengalami eskalasi, personel militer Israel mengusir keluarga-keluarga Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah di Yerusalem.
Serangan juga terjadi di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem selama Bulan Suci Ramadan.
Menurut Kedubes Palestina, Gaza kini berada di bawah pengepungan permanen dan telah terputus dari hubungan dengan dunia luar selama 15 tahun.
Ia menyebut masyarakat di wilayah itu tengah menderita serangan yang terburuk.
Ribuan orang terluka dan lebih dari 200 orang tewas, termasuk puluhan perempuan dan anak-anak.
Kedubes Palestina kemudian mengungkapkan bahwa rakyat Palestina telah menjadi sasaran uji coba senjata-senjata dan teknologi pengawasan yang dibeli oleh Israel.
“Ini waktunya untuk mengakui bahwa jika sebuah negara yang secara mayoritas terdiri atas para pengungsi, berada di bawah okupasi asing, dan terkungkung dalam pecahan-pecahan lahan yang terus mengecil dan berada di bawah ancaman permanen dari kelompok pemukim bersenjata, satu pihak tak bisa mempertahankan sikap ‘netral’.”
Oleh karenanya, pemerintah Palestina mendesak agar komunitas internasional mengambil langkah yang diperlukan.
Hal itu untuk membantu menghentikan pelanggaran-pelanggaran HAM dan tindak kriminal peperangan yang dilakukan oleh Israel, termasuk kepada Pemerintah Indonesia.
Seperti diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara yang vokal menyuarakan dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam mewujudkan kemerdekaan dari pendudukan Israel.
Hal tersebut telah ditegaskan oleh Pemerintah Indonesia, Presiden Joko Widodo alias Jokowi melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.
“Keadilan harus tercipta bagi rakyat Palestina dan saya tekankan bahwa Indonesia akan terus mendukung perjuangan Palestina,” tegas Menlu Retno.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
