Makassar Terkini
Masuk

Sebut Sri Lanka dan Indonesia Sama, Ridwan Saidi Dihujat Warganet: Sejarawan Baru Bangun Tidur

Terkini.id, Jakarta – Sebut Sri Lanka dan Indonesia berada dalam time frame yang sama pada pergolakan politik, Ridwan Saidi malah dihujat oleh warganet di sosial media karena disebut sebagai sejarawan. Ia pun disebut sebagai sejarawan baru bangun tidur, Rabu 13 Juli 2022.

Warganet seakan tidak terima bahwa Ridwan Saidi seorang sejarawan dan menyamakan Sri Lanka dan Indonesia. Alhasil, Ridwan malah dihujat di Twitter.

“Sejarawan baru bangun tidur. Ngak paham bhw di Sri Lanka itu jangankan Pemerintah mensubsidi. BLT, Bansos, Subsidi Haji, Subsidi Pendidikan, Hibah Ormas, Hibah Paud, Kelebihan Bayar, dll ngak ada disana. Indonesia itu biar Harga pada Naik, Rakyat masih disubsidi,” tulis Deni’s @dsangg377 pada tweet-nya.

Sumber Foto: Cuplikan Tweet Warganet Soal Sejarawan Ridwan Saidi

Warganet lainnya juga menuliskan bahwa Ridwan telah menuliskan sejumlah buku tentang DKI Jakarta yang kumuh dan banjir. Ia juga meminta agar Ridwan segera bertaubat.

“Bp. RS ini dulu di P3 eh setelah sepuh ngakunya Sejarawan, udah berapa Ratus buku ditulisnya…..tentang DKI Jakarta yang kumuh dan banjir….serta tidak suka melihat RI itu maju dan tidak melihat RI negara Besar.  ..segera bertaubat ..Karena tuhan itu tidak tidur….- wassalam,” tweet Marwinto Sentot M, @Mmarwinto.

Sumber Foto: Cuplikan Tweet Warganet Soal Sejarawan Ridwan Saidi

Sebelumnya dikabarkan, kondisi Sri Lanka yang mengalami kebangkrutan dan juga utang dari China disebut mirip Indonesia pada kepemimpinan Joko Widodo atau Presiden Jokowi.

“Pemerintah Pakistan Imran Khan, Sri Lanka Rajapaksa, dan Jokowi Indonesia seperti berada dalam time frame yang sama dalam pergolakan politik intern masing-masing,” sebut pengamat politik dan budayawan Betawi Ridwan Saidi pada pernyataan ke redaksi SuaraNasional pada Selasa 11 Juli 2022, dilansir dari democrazy.id.

Menurut Ridwan Saidi, gejolak yang ada di Sri Lanka terpengaruh dalam kondisi politik internasional tersebut.

“Lagi pula empirik, dalam politik internasional, negara-negara bergolak seperti dalam sebuah regionalisme,” menurutnya Ridwan Saidi.

Kesamaan yang dimaksud yakni Sri Langka dengan Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi, menurut Ridwan, kedua negara tersebut sama-sama berhutang kepada China tersebut.

“Sri Lanka dikabarkan utang non-budget pada China, dalam kasus ini kalau gagal bayar jadi tanggung jawab pejabat yang bikin utang Rajapaksa. Karena itu Kepala pemerintah yang tanda tangani hutang non-budget susah mundur. Akalnya rupa-rupa, kadang-kadang mau jadi tokoh dunia,” pungkasnya.

Di samping itu, Ridwan juga menambahkan bahwa di Malaysia, PM Mahathir menolak untuk bayar utang China yang telah dibuat oleh Tun Razak.

“Penyelesaian memang politik lebih dulu, lain-lain menyusul,” terangnya.