Tembus 3.000 Pasien dalam Sehari, Benarkah Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah Mendominasi di Indonesia?

Tembus 3.000 Pasien dalam Sehari, Benarkah Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah Mendominasi di Indonesia?

R
Tasya Putri
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kemunculan subvarian omicron BA.4 dan BA.5 telah membawa dampak kenaikan grafik harian COVID-19 di Indonesia.

Hingga kini, kasus COVID-19 di Indonesia telah naik mencapai hampir tembus 3.000 per hari.

Melansir dari Tribunnewssultra.com, sejak Rabu, 13 Juli 2022 Kementrian Kesehatan (Kemenkes RI) telah mencatat kenaikan kasus COVID-19 menjadi 3.882 pasien.

Pada hari sebelumnya, yakni Selasa, 12 Juli 2022 tercatat untuk pertama kalinya angka COVID-19 melonjak 3.000 pasien dalam sehari sejak sebelumnya sempat mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wiku Adisasmito sebagai juru bicara pemerintah penanganan COVID-19.

Baca Juga

Wiku menjelaskan bahwa kasus naik dari sebulan bulan yang lalu menjadi 4 kali lipat dari yang sebelumnya di Indonesia.

Ia juga menegaskan kepada masyarakat untuk selalu menjaga dan meningkatka  kewaspadaan agar tidak terjadi penyebaran yang lebih luas lagi.

“Saya hendak mengimbau bahwa kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan yang lebih tinggi,” ujar Wiku pada Rabu, 13 Juli 2022 di kanal Youtube KOMPASTV.

Lanjutnya, Wiku mengatakan bahwa sekitar 81 persen dari kasus COVID-19 adalah dominasi dari subvarian baru omicron BA.4 dan BA.5.

“Apalagi saat ini distribusi subvariant terbaru omicron yaitu BA.4 dan BA.5 mendominasi sekitar 81 persen dari varian COVID-19 nasional yang ada,” sambung Wiku.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat potensi untuk kenaikan kasus di Indonesia meningat tingginya puncak kasus subvariant baru omicron BA.4 dan BA.5 di negara lain.

“Berkaca dari pengalaman di negara lain, umunya puncak kasus terjadi sekitar 16-33 hari sedangkan puncak rawat inap sekitar 24-49 hari kemudian sejak subvariant ini pertama kali ditemukan,” sambung Wiku.

Wiku mengatakan meskipun ada potensi kenaikan kasus, hal ini dapat dicegah dengan menaati tata tertib dan protokol kesehatan yang ditetapkan.

“Namun potensi ini dapat kita cegah jika menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.