Sebut Video Munarman Kerjaan Intelejen atau Buzzer, Rocky Gerung: Agendanya Sama Seperti Rizieq Dulu

Sebut Video Munarman Kerjaan Intelejen atau Buzzer, Rocky Gerung: Agendanya Sama Seperti Rizieq Dulu

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Rocky Gerung menilai bahwa tersebarnya video CCTV Munarman yang check-in di hotel bersama seorang perempuan merupakan kerjaan buzzer atau intelejen.

Rocky Gerung menilai bahwa video itu digunakan untuk memojokkan dan menjegal moralitas Munarman. Cara yang sama juga pernah digunakan kepada Rizieq Shihab dengan sebuah chat mesum.

Penilaiannya itu dapat dilihat dalam video berjudul ‘Kesalahan Mun4rm4n Masih Dicari-cari’ yang diunggah oleh Rocky Gerung Official pada Jumat, 30 April 2021.

Seperti diketahui, kemarin, Kamis, 29 April 2021, media sosial dihebohkan dengan rekaman CCTV Munarman yang disebut check-in di sebuah hotel bersama seorang perempuan.

Belakangan, pengacara Munarman mengatakan bahwa perempuan itu sebenarnya adalah istri ke-dua dari eks Sekretaris FPI tersebut.

Namun, tentunya sudah terlanjur tersebar narasi bahwa Munarman selingkuh dan melakukan perbuatan tak bermoral.

Sebelumnya, Rizieq Shihab juga pernah terlibat skandal chat mesum dengan seorang perempuan bernama Firza Husein.

Skandal itu sedemikian hebohnya hingga Rizieq dilaporkan ke polisi. Seperti diketahui, proses hukum tidak berjalan sebab Rizieq meninggalkan Indonesia selama dua tahun lebih.

Meski pada akhirnya kasus tersebut dihentikan, namun Rizieq masih kerap dikaitkan dengan chat mesum tersebut.

“Soal Munarman, itu kan pembunuhan karakter sebetulnya kan. Jadi begitu Munarman ditangkap, alasannya teroris, lalu disodorkan sesuatu yang dianggap kegiatan tidak bermoral karena check-in sama-sama di hotel dan kita gak tahu siapa yang bikin itu,” kata Rocky Gerung.

Menurut Rocky, kalaupun video itu benar, maka itu adalah sebuah pelanggaran privasi. Ia pun menilai bahwa hotel yang bersangkutan harus dipersoalkan karena telah membocorkan CCTV tanpa alasan hukum.

“Jadi terlihat bahwa kekuasaan memang menyusun rencana yang ingin memojokkan Munarman dan menjegal moralitasnya itu supaya setara dengan Habib Rizieq, karena Habib Rizieq juga diperlakukan dengan cara yang sama dulu,” ujarnya.

Rocky Gerung menjelaskan bahwa agenda, narasi, serta aktor pada kasus penjegalan moral Rizieq dan Munarman itu sama.

Ia pun menduga bahwa aktor yang melancarkan agenda itu adalah intelejen atau buzzer.

“Jadi agendanya sama sebetulnya itu dan bahasanya sama, pengintainya juga sama, buzzer-nya sama,” ujar Rocky Gerung.

“Jadi, terlihat tetap bahwa yang bekerja ini intelijen, kita gak ngerti intelejen apa buzzer yang bekerja, kadang-kadang intelejen jadi buzzer, buzzer jadi intelejen kan,” tambahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.