Terkini.id, Makassar – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar menyatakan kesiapannya dalam hal pengelolaan Instalasi Pengelola Air Limbah (IPAL) Losari yang akan segera diresmikan oleh Presiden Jokowi.
Diketahui, IPAL Losari merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu Program Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP).
IPAL Losari ini nantinya akan mengubah air limbah menjadi air bersih. Namun, air bersih yang dihasilkan tidak layak konsumsi. Hanya, untuk penggunaan kebutuhan sehari-hari seperti cuci rumah tangga.
Proyek ini merupakan bentuk kolaborasi KemenPUPR dengan pemerintah daerah (Pemda). Sehingga, dalam pengelolaan dan operasionalnya dialihkan ke Pemerintah Kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar menunjuk Perumda Air Minum (PDAM) Makassar sebagai operator IPAL Losari.
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
- Browcyl Hadirkan Promo "Road to 14 Tahun", Warga Gowa Antusias Serbu Paket Spesial
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- Wujudkan Kemandirian Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya Jagung Nasional dan Peresmian Fasilitas Pangan
- Untuk Pertama Kalinya, Pupuk Subsidi Hadir di Rongkong Luwu Utara
Direktur IPAL Losari, Aiman Adnan menyatakan kesiapannya dalam pengelolaan IPAL Losari yang segera akan beropersi.
“Sebagai calon operator (pengelola) IPAL Losari kami di PDAM sudah sangat siap,” terang Aiman, dikutip dari Rakyatsulsel.co, Selasa, 20 Februari 2024.
Aiman membeberkan, pihaknya telah melaksanakan pelatihan kepada 25 personel yang disiapkan untuk mengoperasionalkan IPAL Losari. Pelatihan tersebut telah dilaksanakan sejak bulan Mei 2023, lalu.
“Sebanyak 25 personel kami tempatkan di sini. Mereka dibagi tiga ship dalam 6 kelompok, bertugas mengoperasikan IPAL Losari selama 24 jam,” tuturnya.
Lanjut Aiman, IPAL Losari ini dapat mengelola air limbah sebanyak 16 ribu meter kubik per harinya.
“Kalau Kapasitas air limbah yang bisa dikelola 16.000 meter kubik per hari,” ungkapnya.
Jumlah tersebut dapat mengcover sebanyak lima kecamatan di Kota Makassar yakni Kecamatan Ujung Pandang, Tamalate, Mariso, Mamajang, dan Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
