“Cobalah menggantinya dengan bubuk cokelat, susu almond, biji chia, dan beberapa kacang kenari yang bisa mengubah respons itu,” kata Means.
Jenis oatmeal yang Anda pilih juga penting. Menurut Means, sebungkus oatmeal instan (yang diproses) dapat menyebabkan respons gula darah yang sangat berbeda dari secangkir oat yang dipotong baja atau digiling.
Ahli diet mencatat, bahwa oatmeal yang dipotong baja memiliki kandungan serat dan protein yang sedikit lebih tinggi daripada gandum yang digiling, yang mana ini baik untuk mengelola kadar gula darah. Sementara oatmeal instant cenderung dapat menyebabkan kenaikan gu;a darah.
3. Kacang
Kacang dikenal kaya serat, protein, vitamin, dan mineral penting, tapi siapa sangka pada sebagian orang, kacang bisa menyebabkan gula darah melonjak.
“Saya bisa makan sekaleng kacang, yaitu sekitar empat porsi, dan tidak memiliki respons glukosa. Tapi ada orang lain yang makan kacang dan [glukosa mereka] melonjak melewati batas,” kata Means.
Meski penyebabnya belum diketahui jelas, menurut Means itu ada hubungannya dengan mikrobioma usus.
Dia merujuk pada studi tahun 2015 di jurnal Cell yang menempatkan monitor glukosa terus menerus pada 800 peserta sehat dan memberi mereka makanan yang sama, dengan asumsi mereka akan merespons persis sama.
Namun, mereka menemukan berbagai respon dari tidak ada lonjakan hingga lonjakan kolosal, dan mereka menemukan bahwa komposisi mikrobioma tampaknya memengaruhi respons tersebut.
Tidak mengherankan, mikrobioma menyebabkan itu, karena mikrobioma yang memecah beberapa karbohidrat awal sebelum benar-benar masuk ke dalam tubuh.
“Rekan saya David [Flinner] mulai makan chia dalam jumlah besar setiap pagi untuk mendapatkan seratnya, dan selama bulan setelah makan semua serat itu hari demi hari, dia menemukan bahwa dia tidak lagi merespons kacang,” ujar Means.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
