Terkini, Jeneponto – Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Butta Turatea berkumpul di pelataran Rumah Jabatan Bupati (Rujab) di Jalan Sirajuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa, 30 April 2024 malam.
Tokoh masyarakat dari Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) dan Pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan berkumpul di pelataran Rujab Bupati Jeneponto untuk mengikuti kegiatan A’rapang Panrita Bori Butta Turatea.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-161 itu dibuka oleh Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, hadir unsur Forkopimda, Anggota DPRD serta beberapa pimpinan OPD Pemkab Jeneponto.
Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri dalam sambutannya mengatakan A’rapang Panrita Bori Butta Turatea dilaksanakan dengan harapan untuk membicarakan, mendiskusikan bersama langkah apa yang harus dilakukan untuk membangkitkan Kabupaten Jeneponto kedepan.
“Kami menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua tokoh masyarakat dan pemuda yang meluangkan waktunya untuk menghadiri acara ini, yang tentunya kegiatan ini kita harapkan bersama dapat mendiskusikan dan menemukan langkah untuk kemajuan daerah kita kedepan,” kata Junaedi Bakri.
- Hadir di Macawa Fest, Walikota Makassar Apresiasi Ruang Ekspresi Kreatif Anak Muda
- PT Vale Pomalaa Perkuat Akses Kesehatan Lewat Edukasi Tuberkulosis dan PHBS di Baula
- Munafri Arifuddin Resmikan SIT Raffasya, Tekankan Pentingnya Pendidikan Terpadu
- Palasara Indonesia Siap Gelar Halal Bihalal, Perkuat Eksistensi Organisasi dan Eratkan Silaturahmi
- Syaharuddin Alrif Kecewa dengan PLTB Sidrap: Megah Tapi Mengecewakan Daerah
Menurutnya, jika melihat data BPS secara kuantitatif, untuk membangun Jeneponto masih perlu langkah langkah taktis.

“Jika kita lihat data BPS, masih perlu kerja keras yang disertai semangat kebersamaan untuk dalam membangun Jeneponto di segala bidang,” jelas Junaedi Bakri.
Junaedi Bakri pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa Butta Turatea memiliki regenerasi yang paripurna.
“Apa yang kami lakukan untuk mengurangi beban masyarakat, tentunya yang paling utama adalah memperbaiki pelayanan dasar, yakni Pendidikan dan Kesehatan, karena sumber daya manusia ini erat kaitannya dengan dua urusan wajib pelayanan dasar yang sangat strategis dari 26 urusan wajib yang ada dalam undang-undang,” ungkap Junaedi Bakri.

Lebih lanjut Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, yang menjadi penngerak pada dua pelayanan dasar terkait bagaimana mengurangi beban masyarakat dalam bidang pelayanan publik adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
“Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini merupakan motor dari bergeraknya dua pelayanan dasar tersebut, karena KTP dan KK itu hal yang mutlak harus dimiliki sebagai warga negara, dalam pelayanan Kesehatan dan Pendidikan ataupun pelayanan publik lainnya yang menjadi dasar adalah dokumen Kependudukan, untuk itulah kami terus berupaya untuk bagaimana Disdukcapil dapat melakukan pelayanan yang lebih cepat tanpa masyarakat datang ke kantor Disdukcapil,” tutup Junaedi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
