Terkini.id, Oslo – Sejumlah demonstran anti-Islam di Oslo, Norwegia melakukan unjuk rasa menolak kehadiran muslim di wilayah mereka. Aksi demonstrasi tersebut berujung ricuh usai seorang pendemo perempuan merobek Alquran.
Mengutip laman Russian Today, Minggu, 30 Agustus 2020, aksi demonstrasi itu ricuh setelah pengunjuk rasa yang kontra berhasil melewati penjagaan batas polisi untuk menghentikan perbuatan demonstran wanita tersebut.
Adapun aksi unjuk rasa itu dilakukan sebuah kelompok bernama Stop Islamization of Norway (SIAN) di luar gedung parlemen Oslo, Sabtu, 29 Agustus 2020.
Saat demonstrasi berlangsung, seorang wanita di hadapan massa aksi merobek halaman sebuah Alquran yang dipegangnya.
Bahkan dalam orasinya, wanita yang merupakan pemimpin kelompok SIAN, Lars Thorsen, juga mencela Nabi Muhammad dengan sebutan nabi palsu.
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
- Resmi Dilantik, DPW LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Perkuat Peran Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Melihat aksi wanita itu, pengunjuk rasa yang kontra terhadap kelompok itu lantas marah dan melancarkan serangan terhadap massa aksi SIAN.
Dalam kericuhan tersebut, satu orang dilaporkan terluka dan beberapa lainnya ditangkap aparat yang mengamankan jalannya unjuk rasa itu.
Sebelum kericuhan pecah, aksi tersebut berlangsung damai selama sekitar dua jam, dengan seorang demonstran menyanyi, dan mendengarkan pemimpin SIAN Lars Thorsen orasi.
Namun, situasi mendadak tegang saat Lars Thorsen menyampaikan orasi di mana ia mencela Nabi Muhammad sebagai nabi palsu.
Aparat penegak hukum setempat menggunakan semprotan merica untuk melerai kericuhan antara kelompok anti-Islam dengan pengunjuk rasa yang kontra terhadap demonstrasi tersebut.
Tak lama setelah insiden perobekan halaman Al Quran, protes pun berakhir. Aktivis SIAN dikawal oleh polisi, sementara para pengunjuk rasa kontra diizinkan untuk tetap berada di lokasi.
Aksi pembakaran Al Quran oleh anggota kelompok anti-Islam lokal memicu kemarahan di antara komunitas Muslim di Malmo.
Bahkan, aksi tersebut menimbulkan kerusuhan yang parah dan semakin meningkat pada awal pekan ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
