Hingga kini, PNM Makassar telah menjangkau hampir seluruh kabupaten di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua dengan 112 unit Mekar dan 17 unit ULaMM.
Maimun menjelaskan bahwa unit ULaMM ditujukan bagi nasabah perorangan, yang rata-rata bergerak di sektor perdagangan, pertanian, dan perkebunan. PNM kini memiliki total 505.000 nasabah di seluruh wilayah operasionalnya.
“Kami berharap ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi bagi masyarakat dan pelaku UMKM, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di daerah ini,” tambah Maimun.
Maimun berterimakasih kepada OJK yang telah memberikan support yg luar biasa sehingga PNM Makassar bisa menjalankan program-programnya dengan baik khususnya dalam hal literasi keuangan.
PNM Makassar sendiri selain memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha khususnya ultra mikro juga aktif memberikan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan sederhana dengan tema antara lain, misalnya mengatur keuangan dengan bijak, sadar resiko dengan menginformasikan manfaat-manfaat asuransi baik kerugian maupun jiwa, bagaimana nasabah berinvestasi yang bijak misal dengan mulai menyimpan kelebihan dananya di tabungan dll.
- Kalla Toyota Cetak Rekor Penjualan Juni 2026, Sambut Juli dengan Event Hybrid Terbesar di Makassar
- Poltekpar Makassar Tembus Peringkat Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
- Agropreneur Summit 2026 Perkuat Generasi Muda Wirausaha Pertanian
- Siapkan Tenaga Kerja Unggul, Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi, Tekankan Kualitas SDM Kunci Kesejahteraan
- Gakkum Kehutanan Ungkap Aksi Perambahan Hutan Lindung di Luwu Timur, Dua Orang Diamankan
Sementara, Kepala OJK Sulselbar Darwisman mengungkapkan, pengembangan progam literasi dan inklusi keuangan membutuhkan dukungan seluruh pihak. Baik kepada layanan perbankan hingga pembiayaan. Hal ini agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan dengan tepat dan aman.
Ia menyebutkan sejak program LAYARKU diluncurkan pada 10 September 2023 program tersebut telah menyasar 1.097 desa, dengan pencapaian 59.73 persen dari target di 2024 sebesar 1.835 desa.
“Target desa yang akan disasar pada program ini di 2023 sebanyak 556 desa, di 2024 1.669 desa, sementara di periode 2025 sebanyak 1.482 desa yang dijangkau. Baik di Sulsel maupun wilayah Sulbar,” katanya.
Ia menjelaskan, program LAYARKU ini digagas melalui kolaborasi antara OJK dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulsel. Dimana bertujuan untuk meningkatkan literasi atau pemahaman keuangan dan inklusi atau penggunaan keuangan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.
“Dari program ini kami memaksimalkan peran IJK yang memiliki jaringan kantor di seluruh kabupaten dan kota untuk memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat hingga ke pedesaan agar tidak menjadi individu konsumtif,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
