Terkini.id, Jakarta – Perseteruan antara Khairuddin Aritonang (Choki) dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi masih belum menemukan titik terang.
Dikabarkan bahwa keduanya saat ini telah saling melayangkan laporan ke Polda Sumut, terkait aksi jewer telinga pada Senin, 21 Desember 2021 lalu.
Choki juga sempat menyebutkan bahwa selama ini Gubsu tersebut tak pernah memperhatikan dunia olahraga, terlebih atlet biliar.
“Apa yang ada satu rupiah pun enggak ada. Uang pribadi ya. Satu rupiah pun enggak ada perhatiannya. Nengok biliar aja dia enggak ernah. Minus perhatian terhadap dunia olahraga, tapi gila hormat. Hal spektakuler apa dibuatnya, sehingga penting kali tepuk tangan,” tegas Choki kepada CNNIndonesia.com Selasa, 28 Desember 2021.
Namun, baru-baru ini beredar kabar bahwa Pelatih Biliar PON yang dijewer Gubernur Edy Rahmayadi itu, disebut tetap menerima bonus sebesar Rp 100 juta.
Bonus itu tetap diberikan kepada Choki, meski terjadi insiden penjeweran yang dilakukan Edy beberapa waktu lalu.
Mengutip dari detiknews, kabar tersebut rupanya disampaikan oleh kuasa hukum Edy.
“Faktanya walaupun dia begitu, Pak Edy tetap mencairkan bonusnya. Rp100 juta untuk dia pribadi,” kata pengacara Gubsu Edy, Junirwan Kurnia kepada wartawan, Rabu 5 Januari 2022.
Junirwan mengatakan hal itu menunjukkan kepedulian Gubsu Edy kepada atlet dan pelatih PON termasuk Choki.
Selain itu, menurut Junirwan, kabar ini juga membantah pernyataan Choki yang menyebut Edy tidak peduli terhadap olahraga.
Tak sampai disitu, Junirwan juga mengatakan, selain bonus, Choki juga mendapatkan honor saat menjabat sebagai pelatih tim PON.
Adpun honor yang diberikan kepada pelatih biliar itu sebesar Rp 6 juta <span;>setiap bulannya.
“Gajinya Rp 6 juta,” timpal Junirwan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
