Sering Mati Lampu, Begini Kapasitas Listrik Sulawesi Selatan, Beban Puncak dan Daya Mampu

Sering Mati Lampu, Begini Kapasitas Listrik Sulawesi Selatan, Beban Puncak dan Daya Mampu

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id – Pemadaman listrik bergilir dilakukan PLN Wilayah Sulawesi Bagian Selatan, akibat kemarau berkepanjangan dan pemeliharaan jaringan listrik.

Berdasarkan buku statistik PLN 2022, Sulawesi Selatan yang berada pada bagian operasi UIW Sulawesi Selatan, Tengara dan Barat PLN, termasuk daerah yang surplus listrik.

Tercatat, kapasitas terpasang daya listrik di Sulawesi Selatan mencapai hingga 86,77 megawatt (MW), daya mampu 82,60 MW dan beban puncak 78,13 MW pada 2022.

Di Provinsi ini, PLN Sulselrabar juga mencatat, ada total 2,44 juta pelanggan rumah tangga, 3.460 pelanggan industri, 113.554 pelanggan bisnis, dan 45.277 pelanggan sosial, 10.507 gedung dan kantor pemerintah, serta 4.400 penerangan umum.

Sehingga, total ada 2,62 juta pelangga PLN di Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, PLN Sulselrabar atau Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat menjelaskan alasan mengapa masih melakukan pemadaman hingga saat ini.

PLN Sulselrabar menjelaskan, listrik di Sulawesi Selatan yang banyak mengandalkan EBT atau energi baru dan terbarukan yakni tenaga air, banyak terganggu oleh kemarau.

Meskipun, sejauh ini pihaknya sudah berupaya meningkatkan debit air dengan melakukan modifikasi cuaca hingga salat meminta hujan.

Akan tetapi, pemadaman masih tetap harus dilakukan sampai lantaran debet air yang berkurang.

Tidak bisa dipungkiri, kondisi kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan atau Sulbagsel belakangan ini terpengaruh kemarau berkepanjangan sehingga mengakibatkan debit air berkurang dan berimplikasi pada pola pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

GM PLN UID Sulselrabar, Moch Andy Adchaminoerdin mengungkapkan bahwa sebagian besar pasokan listrik berasal dari energi bersih yaitu PLTA dan PLTMH.

“Langkah-langkah strategis telah kami mitigasi dan akan kami lakukan dalam waktu dekat di antaranya Teknologi Modifikasi Cuaca di lokasi PLTA dan relokasi pembangkit guna menambah keandalan pasokan listrik Sulbagsel,” ujar Andy melalui keterangan resmi PLN Sulselrabar.

Di samping itu Andy juga menyatakan pihaknya bersama PLN Nusantara Power telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait diantaranya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan BMKG di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Jumat 29 September 2023.

“Dukungan telah diberikan oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan keterlibatan pemerintah daerah serta dinas terkait dalam upaya ini, kami optimis upaya Ini berhasil,” pungkas Andy.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.