Terkini.id, Jakarta – Menyikapi beredarnya kabar soal nakes alias tenaga kesehatan yang diduga hanya menyuntik palsu vaksin ke pasien membuat Bupati Karawang akhirnya turun tangan secara langsung.
Cellica Nurrachadiana selaku Bupati Karawang bersama sang wakil, yakni Asep Syaepuloh, didampingi Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliesta Ageng Wicaksana, telah mengunjungi Puskesmas Wadas pada Selasa lalu, 13 Juli 2021, tak lama setelah video nakes tersebut viral.
Tak hanya Puskesmas, Cellica bersama rombongannya juga mendatangi tempat kerja pasien bersangkutan, yakni Rima dan Tari, yang berlokasi di Mitra 10, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Cellica dalam keterangannya mengungkap bahwa Pemkab datang untuk meminta keterangan secara langsung dari kedua belah pihak lantaran tak ingin membiarkan opini sembarangan muncul.
“Setiap orang punya hak jawab, setiap orang punya pendapat, tapi semua proses penyelidikan jadi kewenangan penegak hukum,” ujar Cellica, dikutip terkini.id dari kumparan pada Kamis, 15 Juli 2021.
Ia turut menambahkan bahwa sang nakes yang bernama Maola yakin 100 persen dirinya sudah menyuntikkan dosis pertama vaksin jenis Sinovac ke pasien Tari, Rima, dan Ipeh. Terlebih menurut Cellica, yang bersangkutan merupakan perawat senior.
“Saya memang baru pertama kali bertemu dengan Maola, tapi dia perawat senior. Selama pandemi, dia sudah melakukan suntik vaksinasi ke delapan ribu orang,” sambung Cellica.
“Karena saya dokter, saya tahu teknik penyuntikan. Bisa pakai jempol, bisa pakai telapak tangan, tapi saya tidak mau berasumsi, hasilnya nanti di proses penyelidikan.”
Untuk itu, secara tegas Cellica menjamin bahwa jikalau sampai Maola atau siapa pun oknum tenaga medis sengaja lalai dalam menjalankan tugas, maka dirinya tidak akan segan-segan memberikan sanksi administrasi fatal berupa pemberhentian.
“Sebaliknya, bila ada ujaran-ujaran tidak benar di media sosial, itu juga ada konsekuensi hukumnya.”
Cellica lantas menyoroti tudingan di akun Instagram pribadi milik Tari. Namun, ketika dicek, redaksi tak menemukan unggahan yang dimaksud. Jadi, kemungkinan besar memang telah dihapus.
“Yang bersangkutan menyatakan, pertama ‘vaksin bodong’. Kedua, ‘sertifikat bodong’, dan yang ketiga ‘jarum bekas pakai’. Yang pertama dan kedua ini biar jadi kewenangan penyelidikan kepolisian. Namun, yang ketiga saya tidak terima. Saya pastikan tidak ada jarum bekas pakai,” tegas Cellica.
Sebagai tindak lanjut dari kasus ini, tenaga medis disebutkan akan mengambil sampel darah milik Rima dan Ipeh, sementara Tari menyusul lantaran masih dalam keadaan syok.
Adapun pengambilan sampel darah dilakukan untuk membuktikan apakah yang bersangkutan memang benar-benar telah divaksin atau tidak, sebagaimana tudingan yang beredar.
“Pihak kepolisian nanti yang akan mengumumkan hasilnya,” pungkas Cellica.
Nah, menanggapi sikap Bupati Karawang dan pihak-pihak bersangkutan, netizen pun ramai memberikan komentar yang sebagian besar merasa bahwa pasien justru dipojokkan hingga tudingan ketidakadilan mencuat.
“Kirain bakal adil. Sama aja ternyata. Payah. Gak ada yg bs dipercaya,” tanggap akun Oieical, dikutip terkini.id pada Rabu, 14 Juli 2021, via Instagram Halokrw.
“Loh e kok jadi memojokan korban (emoji tertawa),” Xokvlt777
“Mau dia senior mau dia junior, ketika dya lgi ada masalah sama pribadi nya semua bisa terjadi, saya lihat di video nya yg bersangkutan sama sekali ga menekan ujung suntikan nya,” timpal akun Ichanhambali_.
“Udah ketebak ujungnya ko…. Yg pasti kita udah liat Vidio pas disuntikan nya…. Jelas bgt (emoji tertawa),” imbuh akun Pangeran_cai.
“Parah nih Bupatinya… bukannya bersikap netral dengan adanya laporan, supaya ada perbaikan dalam pelayanan, malah seolah memojokan pelapor… (emoji api) hari gini, kalo ngga viral lewat sosial media, apakah menjamin lewat jalur hukum biasa akan terbongkar…??? (emoji sedih),” komentar akun Andigo_93.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
