Terkini.id, Jakarta – Politikus PDIP Dewi Tanjung menyindir aksi demo yang dilakukan massa gabungan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI) di Kedubes Prancis pada Senin hari ini, 2 November 2020.
Dewi lewat cuitannya di Twitter pada Minggu 1, November meminta PA 212 untuk langsung demo ke Prancis bukan hanya di Kedutaan Prancis di Jakarta.
Menurutnya, tidak akan ada artinya jika hanya berdemo di depan Kedutaan Besar Prancis yang ada di Indonesia.
Ia pun mengaku heran lantaran menilai PA 212 memiliki kemampuan finansial jika ingin berangkat demo ke Prancis.
“Lhoo bukannya 212 dan FPI lagi dapat orderan besar bikin demo2. berjilid2 masa ngga Punya uang buat biaya Perang ke Perancis. Masa Kalah Sama si LOVI Kucing Nyai Siih…,” cuit Dewi Tanjung di akun Twitter miliknya seperti dikutip dari Jurnal Presisi, Senin 2 November 2020.
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
- Adira Expo Takalar 2026 Hadirkan Solusi Finansial untuk Liburan Keluarga yang Lebih Nyaman
- Mentan Amran Jawab Isu "Pesta Babi" di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan
Bahkan, Dewi mengungkapkan bahwa bisa saja ia memberangkatkan massa demo tersebut ke Prancis.
Namun, ia mengaku lebih baik memilih menggunakan uangnya untuk membangun tempat ibadah dan panti asuhan.
“Nyai bisa aja sih Ngeberangkatin Kadrun2 bercelana Cingkrang ke Perancis Mereka kan selalu Teriak2 Mau Jihad, Nyali Para Kadrun ini kalo berhadapan langsung sama Tentara pemerintah Perancis kayak apa Tapi nyai mikir lg Uangnya lebih baik Nyai bangun mesjid sama panti asuhan,” cuitnya lagi.
Diketahui, Persaudaraan Alumni (PA) 212 bersama dengan sejumlah organisasi Islam lainnya, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin, 2 November 2020.
Demonstrasi itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang membiarkan Majalah Charlie Hebdo membuat karikatur Nabi Muhammad SAW.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
