Masuk

Sebut Luhut Cuek Meski PDIP Sudah Gerah, Umar Hasibuan: Emang Ada yang Berani Lawan Lord?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Umar Hasibuan menanggapi berita soal anggota Fraksi PDIP yang menyindir Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan terkait alasan harga sawit naik.

Umar Hasibuan menyebut PDIP sebenarnya sudah gerah kepada Luhut. Namun, menurutnya, Luhut cuek dengan hal ini.

“Orang PDIP sudah gerah sama opung. Tapi opungnya cuek. Emang ada yang berani lawan lord?” kata Umar Hasibuan melalui akun Twitter @UmarHasibuan_70, seperti dikutip terkini.id pada Minggu, 10 Juli 2022.

Baca Juga: PDIP Bantah Anies, AHY, Aher Persis Soekarno, Hatta, Sjahrir

Bersama pernyataannya, ia membagikan berita berjudul “Anggota DPR Pertanyakan Alasan Harga Sawit Turun Karena Ukraina: Itu Namanya Luhut Buang Badan dan Tak Tanggung Jawab”.

Dilansir dari berita Era tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus mempertanyakan alasan Luhut Pandjaitan tentang anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit dan CPO karena Ukraina.

“Kalau Pak Luhut bilang itu karena Ukraina buka keran ekspor bunga matahari dan memangkas pajak ekspor, itu namanya buang badan dan tidak bertanggung jawab,” kata Deddy, dikutip dari Antara, Jumat, 8 Juli 2022.

Baca Juga: PDIP Anggap Restu Jokowi kepada Prabowo untuk Saling Memuji

Deddy Yavri Sitorus berpendapat bahwa anjloknya harga TBS sawit petani itu adalah akibat kerusakan rantai pasok terkait dengan moratorium ekspor, mekanisme perizinan ekspor (PE) yang memakan waktu, kebijakan distribusi minyak goreng yang kacau, tingginya beban pungutan ekspor, dan flushing out.

“Kekacauan itulah yang menyebabkan harga TBS petani hancur di bawah kewajaran,” katanya.

Oleh sebab itu, Deddy meminta untuk jangan mencari “kambing hitam” dengan menyalahkan Ukraina.

“Sebab harga keekonomian TBS dan CPO itu ambruk karena kapasitas tangki yang overload sehingga tidak mampu menampung TBS dan siklus CPO-nya tidak bisa berjalan normal,” katanya.

Baca Juga: Rocky Gerung Singgung Pemberontakan G30S PKI usai Luhut Bantah Indonesia Dikuasai China

Menurutnya, kondisi inilah yang kemudian mendorong pasar global mencari jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan mereka akan minyak nabati.

Itu mulai mengalirnya minyak nabati selain sawit di dunia, salah satunya minyak bunga matahari dari Ukraina.

“Jadi, masalahnya ada pada pengelolaan industri sawit di Indonesia yang carut-marut, bukan semata-mata karena pengaruh global,” katanya.

Oleh karena itu, Deddy menilai bahwa jalan keluarnya adalah memperbaiki mata rantai produk sawit, yakni jaminan pasokan dalam negeri terjaga, baik volume maupun harganya.

“Sudah saatnya kebijakan DMO dan DPO dievaluasi, pungutan yang berlebihan dikurangi, distribusi dan cadangan nasional dikendalikan dengan baik,” kata Deddy.