Singgung Kelompok Islam Abal-Abal, Denny Siregar: Pimpinannya Sudah Masuk Penjara, Tiap Tahun yang Demo Berkurang

Singgung Kelompok Islam Abal-Abal, Denny Siregar: Pimpinannya Sudah Masuk Penjara, Tiap Tahun yang Demo Berkurang

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menilai bahwa jumlah anggota kelompok Islam abal-abal semakin berkurang.

Pasalnya, menurut Denny Siregar, pimpinan kelompok Islam abal-abal ini sudah dipenjara dan jumlah peserta demo mereka semakin berkurang setiap tahun.

Ia juga menilai bahwa ruang gerak kelompok Islam abal-abal ini semakin berkurang serta selalu gagal memenangkan presiden pilihan mereka.

“Kelompok Islam abal-abal itu emang berapa sih sekarang jumlahnya?” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya pada Jumar, 25 Maret 2022.

“Pimpinannya sudah pada masuk penjara. Tiap tahun yang demo berkurang. Ruang mereka makin sempit. Pilpres gagal mulu,” tambahnya.

Baca Juga

Sebaliknya, Denny Siregar mengatakan bahwa jumlah orang moderat dan nasionalis semakin banyak.

“Yang tambah banyak yang moderat dan sangat NKRI. Akhirnya pada merapat deh ke sini,” katanya.

Dalam cuitannya yang lain, Denny Siregar menanggapi demonstrasi bertajuk “Aksi Bela Islam 2503”.

Dilansir dari CNN Indonesia, massa demonstrasi “Aksi Bela Islam 2503” mulai berdatangan ke sekitaran Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Jumat siang, 25 Maret 2022.

Terpantau, massa dengan satu mobil komando datang sekitar pukul 13.30 WIB. Sejumlah massa tampak membawa atribut bendera merah putih dan poster bertuliskan seperti “aksi bela islam 2503” dan “alumni 212”.

Massa didominasi oleh orang dewasa, hanya beberapa massa anak-anak yang terlihat.

Polisi tampak berjaga di sekitar lokasi. Massa yang baru berdatangan diarahkan menuju ke lokasi mobil komando.

“Kehadiran kita di sini untuk mengawal proses hukum, apakah laporan kita diproses. Penistaan terus terjadi. Tuntutan kita untuk mengawal aparat kepolisian agar memproses para penista agama,” kata orator.

Di sisi lain, arus lalu lintas di sekitar Patung Kuda sempat tersendat saat massa mulai berdatangan. Kendati demikian, hingga berita ini ditulis, tidak ada penutupan jalan yang dilakukan.

Koordinator lapangan (Korlap) Aksi Bela Islam 2503, Husein sebelumnya mengatakan ada tiga tuntutan aksi pada demonstrasi tersebut.

Pertama, tuntutan untuk menangkap dan memenjarakan para penista agama. Kedua, menuntut Istana dibersihkan dari para pendengung atau buzzeer penghina agama dan ulama.

“Dan hukum harus berlaku sama untuk semua penghina agama dan ulama,” kata Husein.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.