Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menyetujui keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menetapkan tarif naik Candi Borobudur sebesarRp750.000.
Denny Siregar berpendapat bahwa jika tiket murah dan banyak orang naik Candi Borobudur, maka candi ini akan rusak. Terlebih, biaya perawatannya sangat mahal.
Oleh sebab itu, ia menilai bahwa pembatasan pengunjung dan tiket yang mahal adalah keputusan yang tepat.
“Ini keputusan yang benar,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter @Dennysiregar7, sebagaimana dikutip Terkini.id pada Senin, 6 Juni 2022.
Denny Siregar mengatakan bahwa Candi borobudur sejatinya tempat ibadah dan cagar budaya yang harus dilindungi.
- Gus Nur Marah Roy Suryo Tidak Dapat Penangguhan: Gara-Gara Cebong!
- Roy Suryo Ajukan Permohonan Pengangguhan, Polisi: Permohonan Ada Ditangan Penyidik!
- Roy Suryo Resmi Ditahan, Dharmapala Nusantara: Timbul Lagi Harapan di Tanah Air Ini!
- Roy Suryo Sebelum Ditahan: Umat Buddha Mendukung, Saya Tidak Menistakan Agama
- Soal Meme Stupa Roy Suryo, Ferdinand Hutahaean: Apa Kubilang Mas KRMT Ditahan!
“Kalo tiket murah dan banyak org naik candi, lama-lama candi akan rusak. Biaya perawatannya mahal banget. Cara paling murah adalah membatasinya,” katanya.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan beberapa aturan baru terkait pengunjung Candi Borobudur.
Ia mengatakan bahwa kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur akan dibatasi sebanyak 1200 orang per hari
“Dengan biaya 100 dollar untuk wisman dan turis domestik sebesar 750 ribu rupiah. husus untuk pelajar, kami berikan biaya 5000 rupiah saja,” kata Luhut pada Minggu, 5 Juni 2022 melalui akun Instagramnya.
“Sedangkan untuk masuk ke Kawasan Candi akan akan tetap mengikuti harga yang sudah berlaku,” sambungnya.
Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, langkah ini diambil semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara.
“Semua turis juga nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur,” ungkapnya.
Aturan ini dilakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan Candi Borobudur.
“Sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
