Singgung Soal Perpecahan Umat, Gus Baha: Jangan Terjebak Organisasi FPI, HTI MTA

Singgung Soal Perpecahan Umat, Gus Baha: Jangan Terjebak Organisasi FPI, HTI MTA

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Kiyai Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab dipanggil Gus Baha menyinggung tentang munculnya berbagai organisasi Islam yang bisa memicu perpecahan.

Dalam video yang diunggah akun facebook Santri Gayeng, Gus Baha menyampaikan kritiknya terhadap organisasi-organisasi yang muncul di luar NU dan Muhammadiyah.

Menurut dia, masyarakat tidak seharusnya terjebak pada klaim dan pemahaman yang dibangun ormas-ormas yang muncul, seperti FPI, HTI, MTA dan organisasi lainnya, sehingga cenderung membuat Islam terpecah-pecah.

Kata Gus Baha, semua organisasi pada dasarnya punya tujuan dan niat yang baik. Namun, pada level teknis, itu tidak berjalan dengan baik.

Dia pun memberi contoh, yakni organisasi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.

Baca Juga

“Jadi ada yang bertanya tentang HTI. Tentang niat (HTI) ingin mempersatukan umat Islam sedunia. Saya pikir semua umat Islam, setiap kiai, meskipun sedang bertengkar tetap berkata: ‘dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai’,” ungkap Gus Baha mengutip Alquran surah Ali Imran 103.

Demikian halnya dengan FPI yang menurut dia punya misi yang baik. “Kurang apa hebatnya FPI? FPI itu dipimpin oleh seorang habib dan misinya jelas, nahi munkar. Itu di Jakarta kuat besar, kalau soal niat, baik semua. 

Semua umat islam sedunia punya niat baik semua. Tapi dalam level teknis/kaifiyah, apakah mungkin? paling mampunya sebatas itu,” katanya lagi.

Menurut dia, bergabung dalam organisasi itu memang perlu, karena karena secara umum Rasulullah bersabda: “bahwa kamu harus mengikuti jamaah, sebab ‘tangan’ Allah bersama jamaah.”

Namun, menurut dia, organisasi Islam di Indonesia sebaiknya cukup dua saja yakni Muhammadiyah dan NU.

“Karena membikin (organisasi) yang baru itu malah membingungkan, setiap orang, karena punya klaim pahamnya sendiri kemudian bikin (organiasi). Ada HTI, ada Jamaah Tabligh, ada LDII, itu semua kan karena dari kekecewaan-kekecewan. Tiap kecewa, bikin (organisasi),” katanya.

Terkait organisasi Islam yang menurut dia cukup saja, Gus Baha menyampaikan alasannya.

“Iya dong, semisal organisasi cuma NU-Muhammadiyah, berarti pecahnya cuma dua, kan? gara-gara anda bikin sendiri (organisasi), pecahnya jadi tiga kan? kecewa lagi bikin lagi perpecahannya jadi empat, kan.

Mending dua saja, hingga suatu saat mau rukun jadi lebih mudah. lha wong cuma dua,” tukasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.