Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto merespons kasus pencurian sejumlah barang atau aset milik beberapa OPD di Balai Kota Makassar.
“Kecurian itu ternyata sekitar dua bulan lalu, sayangnya kenapa tidak segera dilaporkan,” kata Danny Pomanto, Rabu, 15 September 2021.
Sebab itu, ia mengatakan bakal merombak total sistem keamanan di Balai Kota yang dinilainya banyak celah. Pasalnya, CCTV di area tersebut tak aktif.
“Kita tidak tahu siapa yang ambil, apakah orang dalam atau orang luar, karena sistem kemanannya tidak jelas,” ujar Danny.
Ia mengatakan sudah melakukan konsolidasi. Hasilnya, kata dia, setiap orang yang hendak masuk ke Balai Kota harus menyimpan KTP sebagai jaminan. Hal itu untuk memudahkan pelacakan bila suatu waktu kembali terjadi kasus serupa.
- May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah, Wali Kota Munafri: Harus Jadi Momentum Kebahagiaan Buruh
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
- Hemat Anggaran, Munafri Arifuddin Andalkan Mobil Listrik Warisan Pemerintahan Lama
- Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
“Saya sudah konsolidasikan, termasuk sistem orang masuk di balai kota harus taruh KTP,” paparnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Satpol PP Kota Makassar Iqbal Asnan mengaku baru mengetahui ada berita pencurian di Balai Kota Makassar. Ia mengatakan, selama ini, pihak OPD yang mengaku kehilangan barang tak pernah melapor ke pihaknya.
“Tidak ada perusakan. Disimpan di mana? Dalam lemari? Lemarinya rusak? Pintunya rusak? Tidak. Itu kecurian atau kehilangan?” kata Iqbal.
Iqbal menilai kasus di Balai Kota Makassar bukan kasus pencurian melainkan kehilangan. Pasalnya, saat ini Kepala SKPD yang baru menjabat atau pejabat baru.
“Saran kami Kepala SKPD yang baru menjabat tersebut melakukan inventarisasi aset, jangan sampai ini barang sudah dua tahun tiga tahun yang lalu hilang,” ungkapnya.
“Masuk pejabat baru kasihan, kepala dinas baru bilang ini barang kecurian. Padahal ini barang hilang sudah beberapa waktu yang lalu,” sambungnya kemudian.
Iqbal mengaku heran kasus pencurian baru mencuat saat ada pejabat baru. Menurutnya, ada penanggung jawab pada tiap SKPD.
“Kami Satpol PP tidak menjaga pintu lemari. Tidak menjaga ruangan. Kita harus membuktikan dulu bahwa barang itu hilang. Sesuatu yang hilang itu harus ada. Saya tidak bisa memastikan barang itu ada,” tuturnya.
Ke depan, Iqbal mengatakan pihaknya akan memperketat Balai Kota Makassar. Namun, kata dia, dengan persetujuan pihak OPD.
“Mungkin ini tidak nyaman. Kita sudah lakukan upaya awal. Motor semua kita larang masuk. Dalam waktu dekat mobil lagi kemudian orang nya. Ini harus jalan tersistematis tidak asal,” kata Iqbal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
