Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Andi Arief angkat bicara soal pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY kerap merasa dizalimi demi kepentingan pencitraan.
Dalam pernyataannya itu, Hasto membeberkan bukti sejarah bahwa Pendiri Partai Demokrat tersebut yakni SBY menzalimi diri sendiri demi pencitraan politik.
Terkait hal itu, Andi Arief pun mengaku heran sebab pernyataan Hasto tersebut berasal dari omongan Marzuki Alie yang merupakan mantan Sekjen Partai Demokrat.
Oleh karenanya, Andi Arief menilai pernyataan Hasto tersebut lantaran PDIP memiliki dendam ideologis ke SBY.
Hal tersebut diungkapkan Andi Arief lewat cuitannya di Twitter seperti dilihat pada Rabu 17 Februari 2021.
- Plt Dirut PDAM Makassar Terima Danyonkav-10, Bahas Layanan Air Bersih Asrama
- Pemkab Gowa Tunda Beautiful Malino 2026 hingga Waktu Belum Ditentukan
- Kualleangngang Tallanga Na Toalia, Nautika FC Tumbangkan Tamalatea Junior, Skor Telak 7-0
- Menolak Kedangkalan Digital: Menakar Ulang Konsep Diri dan Citra Perempuan di Tengah Arus Algoritma Media Sosial
- Pecahkan Rekor Produktivitas, Dosen Polbangtan Kementan Raih Penghargaan Bergengsi di Dies Natalis ke-8
“Hari ini Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membuat release menanggapi statemen hantu Pak Marzuki Alie. Kenapa hantu, karena Marzuki memgarang bebas. Lebih mengejutkan saya, ternyata ada dendam PDIP terhadap SBY karena sebagai menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo. Dendam Ideologis?” cuit Andi Arief.
Mengutip Hops.id, Hasto Kristiyanto lewat tayangan video di Kompas TV menanggapi pernyataan Marzuki Alie yang menyebut Megawati kecolongan dua kali oleh SBY.
Pertama, yakni saat Megawati masih menjabat sebagai Presiden dan kedua saat Pilpres SBY melawan Megawati pada 2004.
Hasto pun lantas mengatakan bahwa rakyat sekarang ini bisa menilai apa yang dituduhkan SBY telah dizalimi Megawati ternyata kini terbukti dengan pernyataan Marzuki Alie.
“Kebenaran sejarah membuktikan bahwa Pak SBY menzolimi dirinya sendiri demi politik pencitraan. Terbukti bahwa sejak awal Pak SBY memang memiliki desain pencitraan sendiri termasuk istilah ‘kecolongan dua kali’ sebagai cerminan moralitas tersebut,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
