“Apakah saya ketika mengelola Jakarta diskriminatif? Apakah ketika saya mengelola Jakarta, memberikan perlakuan yang tidak adil?” tambahnya.
Ini bukan pertama kalinya Anies Baswedan menyinggung soal politik identitas.
Pada Jumat 17 Maret 2023, mantan Menteri Pendidikan ini menyebutkan kalau politik identitas adalah hal yang sering terjadi.
“Politik identitas itu adalah sesuatu yang tak terhindarkan,” ucapnya.
“Misalnya calon yang bersaing adalah laki-laki dan perempuan, maka di situ ada identitas gender,” jelasnya.
- Ormas Perakat Imbau Kandidat Pilgub Kaltim 2024 Tak Gunakan Isu Politik Identitas
- Anggap Jokowi Keliru, Rocky Gerung Sebut Politik Identitas Bukan Hal yang Buruk
- Disindir PBNU, Novel Bamukmin: Kami Bukan Orang Partai
- PBNU Kritik Politik ldentitas, PA 212: Padahal Mereka yang Bermain Politik
- Abu Janda Sebut Tindakan Ade Armando Adalah Politik Identitas
Kemudian, Anies Baswedan kembali membahas Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 yang dimana calon kandidatnya mempunyai keyakinan berbeda.
Kandidat yang dimaksud yaitu, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.
“Pada 2017 (Pilkada DKI Jakarta), calon yang bersaing agamanya berbeda,” paparnya.
“Maka identitasnya yang terlihat adalah agama, itu akan terus terjadi selama calonnya punya identitas berbeda, baik gender, suku, maupun agama,” sambungnya.
Oleh karenanya, Anies Baswedan tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang membenci dirinya karena masalah identitas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
