Soal Tunda Pemilu PKB-PAN Join, Beda dengan Reshuffle Menteri, Cak Imin Bilang Jangan Ganggu Partainya, Zulhas: Nggak Usah Ngatur!

Soal Tunda Pemilu PKB-PAN Join, Beda dengan Reshuffle Menteri, Cak Imin Bilang Jangan Ganggu Partainya, Zulhas: Nggak Usah Ngatur!

R
Iin Prasetyo
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Partai PKB dan PAN kali ini sikut-sikutan setelah isu reshuffle menteri makin bergulir. Berbeda dengan wacana amendemen UUD 1945 keduanya bersama Partai Golkar menjadi pasukan pejuang tunda Pemilu 2024.

Mencuatnya isu rotasi Kabinet Indonesia Maju telah diwanti-wanti oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Terendus kabar posisi menteri asal PKB akan dikurangi atau digantikan oleh PAN setelah Ketua Umum PAN memutuskan untuk bergabung di koalisi Pemerintah.

Cak Imin mengaku tidak ada masalah kalau PAN akan diberi jatah menteri oleh Presiden Jokowi, asalkan posisi menteri basis PKB jangan diusik.

“Yang penting jangan ganggu posisi PKB. Silakan masuk, jangan ganggu PKB,” kata Cak Imin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti ditulis Detikcom, Kamis, 24 Maret 2022.

Baca Juga

Cak Imin pun memberikan peringatannya jika memang PAN diberikan jatah menteri dengan mengurangi jatah PKB akan terjadi perang seperti Rusia-Ukraina.

“Silakan, asal enggak ganggu PKB. Kalau ganggu PKB, bisa Ukraina lawan Rusia nanti. Masak, PAN lawan PKB?” kata Cak Imin.

Mengetahui pernyataan Ketua Umum PKB yang juga Wakil Ketua DPR RI itu, Zulkifli Hasan atau Zulhas tak mau kalah, ia pun mencoba mengimbanginya.

Zulhas yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan pengaturan posisi kabinet pemerintahan merupakan hak prerogratif Presiden.

“Kalau soal reshuffle ini kan sepenuhnya hak prerogatif presiden,” kata Zulhas kepada wartawan seusai memberi pengarahan Bimtek PAN di Jakarta, Minggu, 27 Maret 2022.

Ditanggapi Zulhas, keputusan Presiden soal komposisi kabinetnya tak perlu dikhawatirkan dan tak usah diatur-atur.

“Saya kan mantan Ketua MPR dan sekarang Wakil Ketua MPR, nggak usah kita ngatur-ngatur,” tandas Ketua Umum PAN itu.

Seperti diketahui dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, PKB dijatahkan tiga menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Desa-PDTT.

Sementara PAN, mengetahui pihaknya bakal mendapat jatah kekuasaan merasa bahwa para kadernya banyak yang mumpuni.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.