Terkini, Makassar – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Musakkar membeberkan, minimnya anggaran penanggulangan bencana yang dikelolah oleh BPBD Sulsel.
Ia menyebut dari total Rp15 Miliar keseluruhan untuk BPBD Sulsel hanya Rp2 Miliar yang benar-benar diperuntukkan dalam tangani bencana.
“Sisa anggaran diduga banyak dialokasikan untuk hal-hal yang kurang relevan, seperti operasional kantor dan gaji aparatur,” tuturnya, di Gedung DPRD Sulsel, Rabu 11 Desember 2024.
“Kinerja yang dilaporkan tidak jelas. Bahkan, sebelum bergerak menangani bencana, uangnya sudah habis. Padahal musim hujan sudah datang, dan ancaman banjir tidak bisa dihindari,” tambahnya.
Politikus PKB Sulsel itu sayangkan anggaran penanganan bencana BPBD Sulsel tidak seimbang hendaknya kata dia alokasi anggaran ke depan dapat lebih seimbang.
- Ramadhipa Siap Hadapi Tantangan Baru di Moto3 Junior World Championship 2026
- Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa
- UMI Masuk Tiga Besar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, Prof Hambali: Buah Ketulusan Sivitas Akademika
- Daftar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, UNM Peringkat Kedua
- Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
“Misalnya 50% untuk operasional dan 50% lainnya untuk aksi nyata penanggulangan,” pungkasnya.
Jika total anggaran mencapai 20 miliar, maka 10 miliar seharusnya difokuskan untuk tindakan langsung, seperti memperkuat tim reaksi cepat.
“Bagian reaksi cepat itu hanya diisi oleh 45 orang, padahal idealnya minimal 15-20 orang harus berada di garis depan setiap saat. Ini menunjukkan perlunya perbaikan manajemen anggaran,” ketusnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
