Terkini.id, Jakarta – Penceramah kondang Ustadz Abdul Somad alias UAS menanggapi soal wacana sertifikasi penceramah yang digulirkan oleh Kementerian Agama beberapa hari belakangan ini.
Menurut UAS, program penceramah bersertifikat tidak urgen dilakukan pemerintah. Bahkan, hal itu cenderung akan menimbulkan kontroversi di tengah umat Islam.
Ia pun berharap Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dapat lebih bijak dalam mengeluarkan suatu isu.
Oleh karenanya, penceramah kelahiran Asahan, Sumatra Utara ini menyarankan kepada Fachrul agar meneladani program-program yang pernah dijalankan beberapa pucuk pimpinan Kemenag di masa silam.
Misalnya, kata UAS, mantan menteri agama Muhammad Maftuh Basyuni.
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
- Browcyl Hadirkan Promo "Road to 14 Tahun", Warga Gowa Antusias Serbu Paket Spesial
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- Wujudkan Kemandirian Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya Jagung Nasional dan Peresmian Fasilitas Pangan
Alumnus Universitas al-Azhar Kairo menceritakan, menteri yang berpulang ke rahmatullah pada 2016 lalu itu pernah mengadakan tes seleksi calon dosen pegawai negeri sipil (PNS) di Mesir dan Maroko.
Saat itu, pemerintah melakukan upaya “jemput bola” untuk merekrut alumni dari berbagai kampus terkemuka di Timur Tengah.
“Mereka yang lolos selanjutnya ditugaskan untuk mengajar di sejumlah sekolah tinggi agama Islam (STAI) dari Sabang sampai Merauke,” cerita UAS, Senin, 7 September 2020 seperti dikutip dari Republika.
Terobosan Maftuh Basyuni, menurut UAS, berdampak pada peningkatan mutu pendidikan agama di Indonesia. Bagi UAS, legasi sang mantan menteri patut dicontoh.
“Semoga Pak Fachrul Razi meninggalkan legasi yang dikenang abadi hingga akhir zaman daripada mengurus program-program ‘kacang-kacang’ yang kontroversial,” ujarnya.
Sebelumnya, penceramah kondang Sulawesi Selatan, Ustaz Das’ad Latif juga menanggapi soal wacana tersebut.
Das’ad menilai rencana Kementerian Agama itu tidak didiskusikan dengan matang.
Dalam tayangan bincang-bincang TV One, Senin 7 September 2020, Das’ad Latif mengungkapkan rencana pemerintah mensertifikasi Da’i itu niatnya baik.
“Saya yakin menteri niatnya baik. Tapi perlu ada solusi, dilaturahmi nasional,” kata Ustaz Das’ad dalam talkshow yang juga dihadiri oleh Menteri Agama Fachrul Razi dan Wakil Sekjen Dewan Pimpinan MUI Nadjamuddin Ramli tersebut.
Ustaz Das’ad pun mengungkapkan bahwa dirinya menghargai niat baik Menteri Agama tersebut.
Hanya saja, kata Das’ad, niat baik Menteri Agama itu tidak dilakukan dengan cara yang tepat. Bahkan tidak sesuai dengan pengamalan Pancasila.
“Terutama dalam pelaksanaan Pancasila. Sila keempat. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” kata Ustad Das’ad.
Das’ad menilai, kegaduhan yang timbul terkait sertifikasi penceramah, karena Menteri Agama sebelum mengambil keputusan, meski baru wacana, tidak melibatkan lembaga yang berkompeten di bidang keagamaan.
Dia pun meminta Kemenag agar mengajak diskusi kalangan lain seperti MUI, Muhammadiyah, NU dan ormas lainnya. Termasuk para da’i yang punya jutaan pengikut.
Das’ad kemudian menyarankan Kemenag agar selalu mengamalkan sila keempat dalam Pancasila setiap kali ingin mengambil keputusan.
Dia menjelaskan, jika kebijakan sertifikasi penceramah disalahartikan oleh warga di kampung atau pelosok, bahwa yang boleh berdakwah cuma penceramah bersertifikat, maka akan semakin langka orang yang bisa berdakwah.
“Saya dakwah dari Sabang sampai Merauke. Masuk hutan, lewati sungai yang banyak buayanya,” ungkap Das’ad.
Menurutnya, kebutuhan penceramah di Indonesia yang mayoritas muslim, kata Das’ad masih sangat besar. Penceramah khawatir kebijakan sertifikasi akan membuat masyarakat makin jauh dari dakwah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
