Makassar Terkini
Masuk

Solusi Untuk System Pendidikan Moral Untuk Melahirkan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045

Terkini.id – Sebagai generasi bangsa Saya pun ikut merasakan keresahan dari batin dengan melihat keadaan Bangsa hari ini dan keadaan generasi bangsa, di mana negara yang sudah di nyatakan merdeka tahun 17 Agustus 1445 M tentu sejarah mengajarkan dan mengingatkan bahwa hari itu akhir kecemasan,ketakutan,kemiskinan,ketidak adilan, dan tidak ada nya kesejahteraan bagi Rakyat Indonesia. Hari Itu menjadi babak fainal.

Artinya rakyat harus merasakan 100 % kemerdekaan agar tak akan lagi merasakan penindasan, kezoliman, ketidak adilan  dan semua Hak-hak sebagai Rakyat Indonesia yang sudah merdeka. Olehnya saya mempersembahkan satu tulisan yang berangkat dari keresahan hati melihat keadaan bangsa, ingin memberikan satu exsampel melihat keadaan dari sistem pendidikan di Indonesia, bahwa dengan ada nya pengurangan mata pelajaran dan waktunya akan membuat satu keresahan di tengah masyarakat karena keterbatasan fasilitas. Sekolah untuk anak bangsa yang hidup di pelosok Negri.

Tentu sebagai anak bangsa yang terlahir dari kampung melihat keadaan pendidikan secara langsung, bahwa kurangnya pendidikan moral bagi anak bangsa karena mata pelajaran yang melahirkan moral bagi anak didik di hapus dalam kurikulum pendidikan  yang baru. Yang harus nya tetap menjaga kurikulum yang ada, buka mengganti dan kemudian tak melihat keadaan siswa dan siswi dari dasar sampai perkuliahan.

Menghadirkan sistem yang bisa mendidik generasi menjadi generasi yang memiliki moral dalam berbangsa dan bernegara, karena melihat generasi yang semakin jauh dari kata moral tentu perlu perhatian khusus bukan hanya mengurangi mata pelajaran agar lebih masif belajar. Tapi harus di berikan fasilitas yang memadai agar anak bisa bisa selalu menjadi Generasi yang siap berkontribusi untuk negri. Karena semua tergantung pada sampai dimana kita memberikan pengajaran buka  mengurangi jam belajar dan mata pelajaran 

Oleh nya penulis ingin menawarkan satu harapan dalam sistem kurikulum di Indonesia, yaitu tetap adakan semua mata pelajaran yang sudah di hapus pada kurikulum sekarang kemudian cantumkan kembali mata pelajaran dan hadirkan perpustakaan buku di semua sekolah-sekolah dari dasar sampai perguruan tinggi untuk menjadi fasilitas belajar yang memadai.

Saya coba mengambil dari sudut pandang pribadi saya atau analisa kasar yang  saya lihat selama dengan mata kepala melihat problematikan pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan Islam. Yang dimana Islam adalah Agama yang mendalami pendidikan moral bagi manusia pada umumnya.

Tahun 1945 adalah awal bangsa Indonesia resmi sebagai negara yang merdeka, yang tentu semua kalangan tau, karena setiap tahun ada perayaan hari kemerdekaan dan mepertontonkan kepada semua Rakyat Indonesia, bagaimana perjuangan pendahulu kita memerdekakan Indonesia sebagai satu bangsa yang berdiri sendri, secara khusus kepada Para Ulama memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang betul merdeka 100 %.

Dahulu sistem pendidikan sangat disiplin dalam Ilmu pendidikan khususnya pada setiap jurusan yang di pilih oleh Setiap orang, artinya terbukti bahwa dahulu di tahun 1950 an adalah awal di mana para Ulama memperjuangkan agar Indonesia sebagai bangsa yang satu betul-betul merdeka dalam semua aspek dalam berbangsa dan bernegara. Tampa ada perpecahan di dalamnya.

Tentu dengan sistem pendidikan dahulu sekitar tahun 2000 kebawa itu masih melahirkan gnerasi² yang betul memberikan kontribusi untuk bangsa Dan negara Indonesia,  dengan Melihat para cendikiawan-cendikiawan yang banyak memberikan karya untuk Indonesia dan kontribusi.

Dengan sistem pendidikan yang sudah berubah tahun 2020 yang sudah berlaku, maka sudah bisa kita lihat bahwa, ada banyak perubahan dalam kurikulum pendidikan hari ini dengan Tahun 2000 kebawa, dengan banyaknya Perubahan dari Mata pelajaran seperti Akidah Akhlak, Fiqih, SKI ( Sejarah Kebudayaan Islam), Pendidikan Agama Islam dan Pelajaran Bahasa suku Bugus seperti Lontara Bugis Makassar yang semua itu sudah hilang tak tau apa alasan semua nya tidak ada, sedangkan kita tau dalam sejarah masa kerajaan ² dahulu, Suku bugil Makassar atau di kenal dengan “Ujung Pandang” yang jelas kentalnya penyebaran Islam dengan Bhasa Lonttara Makassar. Artinya ada peran dalam menyampaikan nilai² Islam Begitu pun dengan Nilai² kebangsaan 

Dengan adanya Dalam kurikulum mata pelajaran yang tersebut di atas itu merupakan, Sumber dari Pendidikan moral bagi anak bangsa, yang tentu saya tidak menegaskan bahwa Pendidikan ada dalam Agama Islam. Karena pada pandangan agama Islam pada khususnya mengajarkan Pendidikan Akidah Islam yang pasti bisa di jamin bahwa Akan melahirkan Moral Generasi Islam yang bermoral sebagaimana para Ulama yang ikut serta dalam menjaga keutuhan Negara.

Kenapa  harus ada mata pelajaran itu karena sebagaimana saya kutip di atas bahwa disitulah sumber moral yang jelas, karena dalam Ilmu Aklak dan Akidah  mengajarkan kepada Orang Islam bagaimana budaya saling menghormati satu sama lain, dengan orang Islam dan untuk semua kalangan, karena jelas dalam sejarah peradaban Islam pada masa Nabi Muhammad Sallallahualaihiwasallam yang ketikan menebarkan Islam di Mekkah dan Madinah yang kita kenal bagaimana moral Rasullah dalam berdakwah.

Sejarah sudah menjadi bukti dan itu tentu menjadi tawaran solusi untuk menjadikan bangsa dan negara ini melahirkan Generasi Emas  menuju Indonesia Emas 2045, bagaimana melahirkan pemimpin yang memperhatikan keutuhan Bangsa ini, 

Kemudian mata pelajaran Fiqih, yang tentu dalam perspektif Islam mengajarkan bagaimana terbuakan (Toleransi ) dengan perbedaan yang ada, karena Ilmu Fiqih lah yang menjelaskan bagaimana saling terbuka dengan adanya perbedaan pendapat atau pandangan dalam semua aspek dala. Bernegara kenapa karena Islam juga mengajarkan bagaimana bernegara dan mencintai negara, maka tentu dengan adanya itu satu hikma bagi semua kalangan bahwa Islqm bakalan Agama Yang tidak toleran tapi Agama yang mengajarkan Nilai Toleransi yang sangat sempurna.

Exsampel perbedaan Ulama besar yang populer Di Indonesia, yaitu KH Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah Organisasi Islam di Indonesia dan KH Hasyim Ashari pendiri Nahdatul Ulama Disingkat NU, yang tentu kita kenalan perbedaannya dalam mengamlakna perintah agama, tapi tentu karena Islam yang luas maka satu kesimpulan yang harus di simpulkan bahwa tak ada yang salah dalam setiap amalan yang di amalkan dua Ulama besar yang berbeda Organisasi dan pandangan dalam masalah amalia syariat Islam.

Maka sudah menjadi kesimpulan bahwa dengan adanya mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan di Indonesia akan menjawab keresahan Bangsa hari ini yang di sibukkan mengurus masalah-masalah Toleransi Beragama dalam bernegara, padahal suxdah jelas dalam Agama Islam masalah Toleransi sudah terjawab dalam Islam.

Kemudian Sejarah Kebudayaan Islam atau di kenal SKI yang saya pribadi mendapatkan pelajaran Itu Di masa SMP /MTS dan SMA/MA di sekolah, yang dimana dengan ada nya pembelajaran sejarah akan mengingatkan dan mengajarkan kepada generasi Khususnya Generasi Islam dalam menjaga peradaban Islam dengan nilai² syariat yang kita jalan kan dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Dalam arti sejarah lah yang memperkenalkan kita untuk menjadi pribadi yang bermoral dalam menjalankan keyakinan sebagai Ummat Beragama dan memperkenalkan bagaimana Islam menjalankan syariah dalam berbangsa dan bernegara. 

Selanjutnya yaitu PAI atau pendidikan Agama Islam yang juga hari ini tak ada lagi dalam kurikulum yang baru di Sahkan. Mulai dari sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsnawiyah (MTS dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang lagi pendidikan agama Islam Ini akan menjawab bahwa dengan adanya pendidikan Islam maka tuduhan² bahwa Islam Anti toleran itu tak pembahasan karena dengan adanya pada kurikulum pendidikan maka itu yang akan menjadi acuan bahwa pendidikan Agama Islam tak mengajarkan Teori Teroris dan sebagainya.

Tapi mengajarkan bahwa Islam yang “Rahmatanlilalamiin” karena saya pribadi menjadi saksi, karena pernah belajar di sekolah dasar sampai sekolah menengah atas  dan saya tidak pernah mendengar penjelasan  bahwa Islam itu Teroris atau semisalnya. Tapi yang ada adalah Islam yang syumuul (Sempurna) artinya mengatur segala aspek dalam  kehidupan dunia sampai kehidupan akhirat, dan tak ada satu pun yang menjelaskan bahwa Islam penuh dengan pemaksaan untuk menganutnya, atau zalim kepada non Islam, satu pun saya tak mendapatkan.

Juga mata kuliah Bahasa Lonttara Makassar yang tentu menjadi jembatan dalam mengenal Sejarah Bangsa Indonesia, karena dengan memperkenalkan bahasa Bugis Makassar maka tentu, saya sebagai orang bugis Makassar untuk lebih mengenal lebih banyak sejarah Sebelum Bangsa Ini merdeka sebagai Bangsa.

Dan banyak lagi perubahan yang ada pada mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan di sekolah, yang tentu penulis berharap agar semua kembali seperti sebelumnya dan memperhatikan efisiensi saja dalam proses pembelajaran, bukan mengurangi mata pelajaran dengan alasan untuk lebih mempersingkat pelajaran karena di gabung dalam satu mata pelajaran.

Yang saya pribadi menganggap itu yang akan membuat anak didik akan sulit memahami pelajaran yang ada, olehnya saya pribadi menganggap bahwa kurikulum yang baru di sahkan sangat meresahkan orang tua-tua Anak didik karena banyak nya yang berbeda, khususnya dalam mengajarkan anak didik dengan moral melalui pelajaran yang saya sudah saya paparkan secara umum dalam tulisan ini.

Penulis : Muh Imran